Skip to main content

Implementasi Infrastruktur Data Spasial (IDS)

Penerapan IDS di berbagai negara selain ditandai dengan dibangunnya berbagai geoportal juga ditandai oleh berbagai penelitian yang mendokumentasikan pembangunan geoportal. Berikut akan diuraiakan secara ringkas beberapa penelitian mengenai penerapan IDS di beberapa negara.

Lembaga survei dan pemetaan Slovenia, SMA – Slovenia Mapping Agency, memiliki tanggung jawab melaksanakan tugas layanan survei tanah nasional yang meliputi penciptaan, pengadministrasian dan pembaruan basisdata pertanahan; sistem dasar geodetik, real estate, perbatasan negara, unit spasial dan nomor rumah; dan sistem topografi dan kartografi [1]. Organisasi kadaster di Slovenia ingin memberikan layanan untuk real estate dan informasi pasar tanah dalam kerangka e-Gov. Azman dan Petek dalam papernya selain menceritakan pengalaman penerapan IDS di SMA, juga memberikan perbandingan elemen infrastruktur SMA dengan ketentuan panduan dari INSPIRE dengan maksud menilai mana unsur IDS yang perlu diubah atau dibuat untuk memastikan infrastruktur Eropa lebih interoperabel.

Bergeser ke barat daya, berbatasan dengan benua Afrika, Spanyol memiliki IDEE yang merupakan pengelola IDSN Spanyol . IDEE membangun geoportal nasional sejak tahun 2004 yang memiliki lebih dari 50 simpul jaringan. Geoportal IDEE menerbitkan lebih dari 300 layanan web dan 3.000 lapisan data yang tersedia mencakup semua tema di INSPIRE [2].

Badan legislatif Denmark telah menerapkan INSPIRE dengan cara mengkaitkan ke proyek e-Government yang sedang berlangsung [3]. Dengan cara demikian proyek-proyek terkait e-Government dapat berjalan seiring sehingga menciptakan sinergi. Mazzolli (2009) menyebutkan bahwa proyek e-government Denmark didasarkan pada paradigma desentralisasi dan konsensus antar pemangku kepentingan bidang geospasial.

Strategi Nasional Geodata Swedia telah dikembangkan sebagai kebijakan nasional yang mencakup semua isu-isu strategis yang berkaitan dengan penanganan data geospasial. Pemerintah Swedia menunjuk lembaga Lantmäteriet bertanggung jawab untuk menuntaskan kebijakan ini bekerjasama dengan Dewan Penasehat Geodata dan pemangku kepentingan lainnya [4]. Tujuan dasar dari Strategi Nasional Geodata adalah untuk membangun infrastruktur nasional untuk data geospasial dan mendorong peningkatan kerjasama dalam sektor data geospasial. Selama jangka waktu tiga tahun proyek ini akan menciptakan model bisnis dan infrastruktur teknis untuk bagaimana data geospasial dan layanan akan tersedia untuk masyarakat Swedia dan Eropa.

Sejalan dengan perkembangan IDS dunia internasional, negara-negara Asia juga telah mencoba mengembangkan IDS di negara masing-masing. Seperti di Taiwan dengan kebijakan utama “Digital Taiwan”. Salah satu bentuk inovasi dalam kebijakan tersebut adalah dibangunnya NGIS - National Geographic Information System [5]. NGIS berfungsi sebagai sistem informasi geografis serbaguna, yang cakupannya meliputi seluruh bangsa. Instansi pemerintah, profesional dan peneliti yang terlibat dalam analisis spasial dapat mengambil, menyimpan, menganalisis, dan melakukan berbagai tugas-tugas menggunakan data spasial digital yang tersedia melalui jaringan. NGIS adalah sistem sistem informasi geografis untuk anggota masyarakat Taiwan yang berfungsi sebagai repositori komprehensif data geospasial yang berkaitan dengan semua instansi pemerintah. NGIS mengintegrasikan berbagai jenis informasi geografis digital untuk membangun infrastruktur data spasial untuk berbagi informasi

Pembangunan data geospasial di Indonesia sudah dirintis oleh Badan Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), yang sekarang telah berganti nama menjadi Badan Informasi Geospasial (BIG), sejak tahun 1980-an. Desain jaringan data waktu itu dibangun dengan pola konvensional. Setelah dibuatnya peraturan perundangan tentang Informasi Geospasial [6] pada tahun 2011 mulailah dipikirkan pembangunan geoportal nasional. Hingga kemudian Geoportal IDS Indonesia versi awal diluncurkan pada tanggal 17 Oktober 2011 [7].

----------------------
Yogyakarta, 15 Mei 2015
Fahmi Charish Mustofa
fahmicmdw@gmail.com

Bahan bacaan:

[1]         I. Azman dan T. Petek, “Spatial Data Infrastructure at the SMA in Slovenia,” dalam The 11th GSDI International Conference, 2009.

[2]         A. Rodriguez, P. Abad, J. A. Alonzo, A. Sanchez, dan C. Gonzalez, “Data and Services availability in Spanish NSDI,” dalam The 11th GSDI International Conference, 2009.

[3]         U. K. Mazzoli, “Creating synergy between INSPIRE and E-Government in Denmark,” dalam The 11th GSDI International Conference, 2009.

[4]         E. Ranestig dan U. Sandgren, “The Swedish National Geodata Strategy and The Geodata Project,” dalam The 11th GSDI International Conference, 2009.

[5]         C.-H. Sun, F.-Y. Kuo, dan Min-Fun, “Development of A Service Oriented Architecture Framework for The National Geographic Information System in Taiwan,” dalam The 11th GSDI International Conference, 2009.

[6]         Pemerintah RI, “Undang-Undang No. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial.” Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 49, 2011.

[7]         Tempo.co, “Satu Portal, Beragam Data Spasial,” Tempo Online, 20-Okt-2011. [Online]. Tersedia di: http://www.tempo.co/read/news/2011/10/20/095362496/Satu-Portal-Beragam-Data-Geospasial. [Diakses: 05-Mar-2014].

Comments

Popular posts from this blog

Nasyid SWARA BHUMI STPN Yogyakarta: sebuah catatan perjalanan

Background Alhamdulillah wa sholaatu ala Rasulillah Berawal di penghujung tahun 2013, ketika saya memulai jalan panjang di program S-3 Ilmu Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi UGM. Muncul gagasan-gagasan yang berkesinambungan dengan obrolan via telepon dengan Pak Mardianto (STPN 1998) dan Pak Jusvan (STPN 1998). Gagasan untuk re-mastering lagu-lagu nasyid Swara Bhumi. Langkah awal mesti diambil. Inventarisasi rekaman analog yang tersisa dari perjalanan sejarah SWAMI (1999 sd 2002) merupakan langkah awal yang baik. Setelah dodos-dodos (apa ya bahasa Indonesianya), ditemukanlah 2 kaset. Berbekal 2 kaset kompilasi SWAMI itu, yang merekam peristiwa-peristiwa: rekaman di Radio Arma 11, Live Performance di Brebes dan rekaman di Studio Retjo Buntung (album kolaborasi Swami, Justice Voice dan ust Fauzil Adhim: Agar Cinta Bersemi Indah “ACBI”), dimulailah proyek digitalisasi lagu-lagu SWAMI. Bersyukur, gayung bersambut. Pak Trisno (STPN 1998) dan Pak Sugiyanto (STPN 1998) berkenan menja...

Perjalanan Master Tesis

Memang tidak mudah menyusun karya tulis. Apalagi selevel tesis, yang menurut beberapa opini yang saya dengar, inilah level belajar meneliti. Kemarin dulu di level skripsi, belajar menulis. Nah yang bener-bener menulis dan meneliti ya nanti di level disertasi. Saya tidak hendak mengeluh. Saya hendak bercerita. Simak.

Pilpres 2014 dan 2019: perspektif metaforik

Pilpres 2014, bagi saya, adalah pengalaman sejarah negara yang ajaib dalam perspektif pribadi saya. Bagaimana tidak, nama lengkap saya dalam 2 kata terakhirnya mirip dengan nama Pak Joko Widodo (Jkw). Nama lengkap saya FCM Djoko Widodo. Asli, ini tidak ngarang. Itu satu fakta. Fakta lainnya, saya lahir di tanggal dan bulan yang sama dengan Pak Prabowo Subianto (PS). Sejak tahu fakta itu, saya jadi tertarik dengan rekam jejak PS. Saya mulai intens mengikuti perjalanan hidupnya yang ditulis dalam berbagai artikel media massa dan buku-buku biografi tokoh-tokoh penting. Ketika PS intens beriklan, jauh sebelum pilpres 2014, saya heran. Orang ini narsistik atau jenius? Apa maksudnya? Kemanakah arus hendak dia arahkan? Kembali ke Pilpres 2014. Tahun 2014 menjelang pilpres saya termenung-menung, milih yang mana ya? Ketika akhirnya menentukan pilihan, saya masih juga termangu. Kegalauan ini seolah menjelma dalam skala yang lebih luas dengan terbelahnya masyarakat dalam pilpres 2014 lalu. Ya. Te...