~~ ringkasan paper ~~
Definisi
Peran PMM dalam suatu organisasi adalah mampu menggambarkan keseluruhan kemampuan organisasi untuk memilih dan mengelola proyek-proyek yang ada yang mendukung pencapaian tujuan organisasi tersebut (PMI, 2013).
CMMI adalah sebuah perangkat yang dikembangkan Departemen Pertahanan USA yang embrionya dimulai pada akhir 1980 dan mendapatkan nama CMMI pada tahun 2000 (Meskendahl, S., 2010 dan SEI, 2013).
CMMI merupakan perangkat uji (benchmark tools) yang berguna untuk memfasilitasi asesmen mendasar terhadap performa dari suatu perangkat lunak atau organisasi teknologi-informasi (Ghazal, Soomro, & Shaalan, 2013).
Dalam dunia pengembang perangkat lunak, CMMI dan PMM merupakan kerangka kerja yang populer. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan mensisntesa kedua kerangak kerja tersebut diharapkan dapat menggabungkan kelebihan dan mengeliminir kekurangannya masing-masing.

Gambar 1. Karakteristik tingkat kematangan dalam CMM (Paulk, M.C., dkk., 1993)
Metode
Penaksiran (asesmen) kritis terhadap PMM dan CMMI serta membuat sintesis keduanya dalam kerangka kerja yang baru. Pembuatan kerangka kerja sintesis berdasarkan diskusi-diskusi terkait tema PMM dan CMMI terbaru dan contoh praktik yang sukses dalam implementasinya masing-masing. Sintesis ditujukan mendukung pengembangan sistem di kemudian hari dari berbagai perspektif pemangku kepentingan.
Hasil
Saat ini praktisi pengembanngan sistem cenderung menggunakan sintesis dari PMM dan CMMI. CMMI menyediakan detil teknis dalam beberapa aspek pemikiran terkini yang lebih diselaraskan. Sementara PMM memenuhi kebutuhan untuk antarmuka yang efektif bagi semua pemangku kepentingan.
Keuntungan menggunakan kerangka kerja sintesis PMM dan CMMI:

Gambar 2. Kerangka kerja sintesis PMM dan CMMI (Ghazal, T., dkk., 2013)
Kesimpulan
Kerangka kerja sintesis yang dibuat mampu menawarkan tingkat risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan keuntungan-keuntungan yang diperoleh.
Penggunaan kerangka kerja sintesis bernilai lebih karena dapat digunakan di seluruh dunia dengan memanfaatkan UML.
------------------------
Yogyakarta, 29 April 2015
Fahmi Charish Mustofa
fahmicmdw@gmail.com
Daftar Pustaka:
Ghazal, T., Soomro, T. R., & Shaalan, K. (2013). Integration of Project Management Maturity (PMM) Based on Capability Maturity Model Integration (CMMI). Europian Journal of Scientific Research, 99(3), 418–428. Retrieved from http://scholar.cu.edu.eg/?q=shaalan/files/cmmi.pdf
Meskendahl, S., (2010) The influence of business strategy on project portfolio management and its success — A conceptual framework International Journal of Project Management Volume 28, Issue 8, December 2010, Pages 807–817
Paulk, M.C., Weber, C.V., Garcia, S.M., Chirssis, M.B.C., and Bush, M., (1993) Capability Maturity Model for Software, Version 1.1. Pittsburgh, PA: Software Engineering Institute, Carnegie Mellon University.
Project Management Institute (PMI), 2013, About Us [online] available at http://www.pmi.org/About-Us.aspx)
Software Engineering Institute (SEI) 2013, About Us [online] available at http://www.sei.cmu.edu/about/statisticshistory.cfm
Definisi
Peran PMM dalam suatu organisasi adalah mampu menggambarkan keseluruhan kemampuan organisasi untuk memilih dan mengelola proyek-proyek yang ada yang mendukung pencapaian tujuan organisasi tersebut (PMI, 2013).
CMMI adalah sebuah perangkat yang dikembangkan Departemen Pertahanan USA yang embrionya dimulai pada akhir 1980 dan mendapatkan nama CMMI pada tahun 2000 (Meskendahl, S., 2010 dan SEI, 2013).
CMMI merupakan perangkat uji (benchmark tools) yang berguna untuk memfasilitasi asesmen mendasar terhadap performa dari suatu perangkat lunak atau organisasi teknologi-informasi (Ghazal, Soomro, & Shaalan, 2013).
Dalam dunia pengembang perangkat lunak, CMMI dan PMM merupakan kerangka kerja yang populer. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan mensisntesa kedua kerangak kerja tersebut diharapkan dapat menggabungkan kelebihan dan mengeliminir kekurangannya masing-masing.

Gambar 1. Karakteristik tingkat kematangan dalam CMM (Paulk, M.C., dkk., 1993)
Metode
Penaksiran (asesmen) kritis terhadap PMM dan CMMI serta membuat sintesis keduanya dalam kerangka kerja yang baru. Pembuatan kerangka kerja sintesis berdasarkan diskusi-diskusi terkait tema PMM dan CMMI terbaru dan contoh praktik yang sukses dalam implementasinya masing-masing. Sintesis ditujukan mendukung pengembangan sistem di kemudian hari dari berbagai perspektif pemangku kepentingan.
Hasil
Saat ini praktisi pengembanngan sistem cenderung menggunakan sintesis dari PMM dan CMMI. CMMI menyediakan detil teknis dalam beberapa aspek pemikiran terkini yang lebih diselaraskan. Sementara PMM memenuhi kebutuhan untuk antarmuka yang efektif bagi semua pemangku kepentingan.
Keuntungan menggunakan kerangka kerja sintesis PMM dan CMMI:
- Mengurangi biaya keseluruhan. Termasuk waktu yang diperlukan untuk mengelola akhir proyek sampai akhir, mengurangi pengeluaran klien karena persyaratan lisensi tunggal. Penggunaan perangkat pengkode program yang stabil dan telah terbukti (Unified Modelling Language dan Object Oriented) menghasilkan efisiensi waktu yang digunakan dalam pengujian dan risiko ketidakstabilan. Efisiensi juga dihasilkan dari mengecilnya SDLC.
- Menyederhanakan antarmuka. Proses sintesis sedapat mungkin memanfaatkan pengetahuan dan pekerjaan yang ada yang akan membantu meningkatkan pemahaman akan sukses bagi klien. Apalagi dengan berfokus pada antarmuka pada tahap awal dalam proses siklus hidup pengembangan sistem adalah mungkin untuk membentuk kembali arsitektur dan pengkodean sejalan dengan kebutuhan pengguna.
- Mengurangi risiko. Mengurangi risiko biasanya berarti mengurangi biaya dan menciptakan hubungan yang lebih dekat antara pengembang sistem di perusahaan dengan pengguna akhir dan pemangku kepentingan.

Gambar 2. Kerangka kerja sintesis PMM dan CMMI (Ghazal, T., dkk., 2013)
Kesimpulan
Kerangka kerja sintesis yang dibuat mampu menawarkan tingkat risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan keuntungan-keuntungan yang diperoleh.
Penggunaan kerangka kerja sintesis bernilai lebih karena dapat digunakan di seluruh dunia dengan memanfaatkan UML.
------------------------
Yogyakarta, 29 April 2015
Fahmi Charish Mustofa
fahmicmdw@gmail.com
Daftar Pustaka:
Ghazal, T., Soomro, T. R., & Shaalan, K. (2013). Integration of Project Management Maturity (PMM) Based on Capability Maturity Model Integration (CMMI). Europian Journal of Scientific Research, 99(3), 418–428. Retrieved from http://scholar.cu.edu.eg/?q=shaalan/files/cmmi.pdf
Meskendahl, S., (2010) The influence of business strategy on project portfolio management and its success — A conceptual framework International Journal of Project Management Volume 28, Issue 8, December 2010, Pages 807–817
Paulk, M.C., Weber, C.V., Garcia, S.M., Chirssis, M.B.C., and Bush, M., (1993) Capability Maturity Model for Software, Version 1.1. Pittsburgh, PA: Software Engineering Institute, Carnegie Mellon University.
Project Management Institute (PMI), 2013, About Us [online] available at http://www.pmi.org/About-Us.aspx)
Software Engineering Institute (SEI) 2013, About Us [online] available at http://www.sei.cmu.edu/about/statisticshistory.cfm
Comments
Post a Comment