Skip to main content

Posts

Trisulatama Putra Nusa: Mukadimah

Bismillahi awalahu wa akhirohu Manusia hidup dalam  keterbatasan dan pembatasan. Dikatakan keterbatasan karena sesungguhnya kekuatan manusia tidaklah seberapa dibandingkan dengan apa yang diinginkannya. Dikatakan pembatasan karena kasih-sayang Allah yang membatasi aktifitas manusia dalam kadar-kadar tertentu dengan aturanNya. Semua dalam rangka melindungi manusia dari segala marabahaya yang tidak diketahui dan tidak terbayangkan. Bentuk dan warna bis TPN mirip dengan bis Sumber Waras di atas, mungkin karena memang satu group. ( sumber )

Jurusan seni sastra perpetaan

19-01-2000 Hari Senin kemarin, tanggal 17, saya balik ke Yogya setelah 3 minggu (!!!) aman tentram di rumah (libur abis lebaran). Yang luar biasa dan ajaib adalah : saya datang ke asrama jam 09.00 dan jam11.00 hari itu juga ujian semsteran dimulai. Ujian pertama Pengantar Administrasi Peratanah. Dan saya belum tahu jadwalnya atau lebih tepatnya ngga tahu sama sekali kalo hari ini sementeran dimulai (waktu itu saya cuman ketawa-tawa aja, sekarang kalo inget ngeri bukan main, koq bisa gitu ya?). Perhitungan saya kan begini, biasanya kan ada persiapan adminitrasi dulu sebelum semendteran dimulai.yaaahhh..perhitungan saya salah besar. Abis liburan langsung di mulai semesteran. Akhirnya saya ikut ujian tanpa persiapan babar blas . Semoga Allah menberi ampun dan jalan yang terang bagi jiwa yang tersesat ini.Amin. Hari itu kalo dibilang panik sih iyya, gimana tidak panik semestran temen-temen yang lain udah pada startsejak beberapa hari yang lalu saya malah baru akan nyari di mana catatan say...

Kado 14

Hari ini, Jumat (ulang tahun Laily), sekitar jam setengah lima sore, aku mangkir dari acara PBB alasannya sakit ( O iyya , belum aku ceritain ya kalo aku kuliah lagi, terhitung mulai Agustus 1999 ini aku jadi mahasiswa STPN, ceritanya sambil jalan aja ya..). katanya sih sakit tapi kenyataannya saat ini aku tengah nongkrong di teras kamarku yang dilantai dua (Iic/13), menghadap ke pemandangan bebas. Jalan Titi Bumi di hadapanku. Ada sekitar 15-an rumah dalam jangkauan pandangku dan dua petak kecil sawah. Sepetak lagi tegalan bekas sawah yang ditanami kacang-kacangan. Angin cukup semilir (sebetulnya angin tidak baik untuk kesehatanku saat ini), badan agak mendingan segernya setelah kelar ari mencuci dan mandi. (Saya ringkas saja ya sekitar keberangkatan saya ke STPN..) Saya berangkat tanggal 7 Agustus 1999. Malam sebelum keberangkatan saya adain sedikit acara perpisahan kecil-kecilan dengan temen-temen IKARI. Beberapa hari sebelumnya saya udah persiapan sebentuk kado ala kadarnya buat La...