Skip to main content

Trisulatama Putra Nusa: Mukadimah

Bismillahi awalahu wa akhirohu

Manusia hidup dalam  keterbatasan dan pembatasan. Dikatakan keterbatasan karena sesungguhnya kekuatan manusia tidaklah seberapa dibandingkan dengan apa yang diinginkannya. Dikatakan pembatasan karena kasih-sayang Allah yang membatasi aktifitas manusia dalam kadar-kadar tertentu dengan aturanNya. Semua dalam rangka melindungi manusia dari segala marabahaya yang tidak diketahui dan tidak terbayangkan.

bus-semarang-sumber-waras

Bentuk dan warna bis TPN mirip dengan bis Sumber Waras di atas, mungkin karena memang satu group. (sumber)


Keterbatasan itu antara lain bahwa hidup manusia dibatasi ruang dan waktu. Umumnya manusia hanya mampu eksis di satu ruang dan waktu. Tidak umumnya, manusia dimungkinkan untuk tidak tunduk kepada aturan tersebut. Kejadian ini adalah berkat dispensasi yang diberikan Allah. Ada beberapa manusia yang diberi anugrah untuk demikian, yaitu untuk lepas dari dimensi ruang dan waktu. Contohnya para Nabi dan orang-orang terkasih Allah.

Dimensi ruang dan dimensi waktu pada dasarnya berada dalam satu area pembahasan, karena eksistensi makhluk dalam satu satuan ruang senantiasa dibarengi eksistensinya di satu satuan waktu pula. Seiring sejalan. Al-Qur’an membahasnya dalam satu terminologi. Orang yang beruntung adalah orang yang mampu mengelola waktunya dengan kegiatan-kegiatan yang bernilai pahala, begitu kira-kira inti dari QS al-Ashr.

Dimensi waktu yang melingkupi manusia terdiri dari tiga bagian. Past-Present-Future. Masa lalu, sekarang, masa depan. Tiga bagian itu sama pentingnya dan tidak dapat dipisahkan karena berjalin-berkelindan. Saling terikat. Saling mempengaruhi satu sama lain.

Masa lalu adalah ilmu-pengalaman-hikmah. Masa sekarang adalah masa aplikasi dan pemecah keraguan sekaligus sebagai penguat pemahaman ilmu-pengalaman-hikmah dari masa lalu dalam kerangka menghadapi masa depan. Masa depan adalah cita-cita, harapan menjadi lebih baik dan terminal berikutnya yang akan dituju.

Trisulatama Putra Nusa (TPN), ditulis dalam rangka merenungi masa lalu. Bisa juga disebut mengenang. Kenangan masa lalu. Tidak untuk bernostalgia terlalu dalam. Tidak untuk terlena oleh penyesalan. Tidak untuk terhanyut oleh melankoli. Namun lebih kepada niat pembelajaran diri, terutama karena konten ilmu-pengalaman-hikmah.

Kenangan masa lalu itu tidak harus selalu yang wah, yang gagah, yang heroik dan sebagainya yang indah-indah dan penuh kepahlawanan. Namun justru kadang yang remeh, yang konyol, yang menggelikan, yang memalukan, yang gila-gilaan dan sebagainya yang tidak indah-tidak indah, malah bisa melecutkan suatu pembelajaran yang merasuk ke pusat kalbu.

Sepertinya, TPN, memenuhi kaidah yang terakhir. TPN merekam hal-hal  remeh, perasaan yang melambung-lambung dan lain sebagainya bentuk ke-dhaif-an manusia (manusia = saya). Oleh karenanya, jangan sampai refleksi ini dirasa menggurui, sok lebih tahu atau menasehati, karena ini memang betul-betul sekedar catatan perjalanan saja. Sedemikian rupa, semoga mampu  melesakkan hakikat hidup. Hakikat hidup yang berkait dengan rasa yang berkembang antara dua insan secara lebih dalam.

Mengenal judul, terinspirasi oleh nama sebuah bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) jurusan Yogya-Semarang, Trisulatama Putra Nusa. Maksudnya adalah bahwa dalam rentang jarak Yogya-Semarang itu refleksi ini direkam. Bisa juga karena arti penting bus itu bagi hajat hidup orang banyak yang semoga demikian pula halnya dengan refleksi ini (he he kayaknya terlalumuluk-muluk ya?). Bisa jadi pula bahwa refleksi ini secara kebetulan direkam dalam tiga buku, maka dicomotlah secara random nama bus: Trisulatama Putra Nusa.

 
.... Sebagian armada Suharno dialihkan pengelolaannya kepada Ibu Suhartati putra kedua Bapak Mugihartono. Armada yang dialihkan kemudian diganti nama Prayogo. Di tahun yang sama PO Suharno membeli seluruh armada PO Trisulatama Putra Nusa dengan trayek Magelang–Wonosari dan Yogya–Semarang. .....

(sumber)

Permasalahan yang muncul dalam penulisan refleksi ini adalah bagaimana mengkomunikasikannya secara jelas, detai dan gamblang –namun tanpa menambah-nambah terlalu banyak hingga dikhawatirkan kehilangan unsur otentisitas historiknya. Diambil jalan tengah. Sistematikannya dibuat sedemikian rupa terdiri dari 2 narasi. Bagian otentik, asli dicuplik dari tiga jurnal saya, lengkap dengan tanggal. Bagian konteks, sebagai tambahan sekedar untuk menjelaskan setting waktu, setting tempat, suasana yang melingkupi dan lain-lain kisah pelengkap yang berhubungan dengan bagian otentik.

Mengenai isi, TPN sebenarnya bukan refleksi total jurnal-jurnal saya. Karena, pertama, untuk pekerjaan itu saya membutuhkan lebih banyak waktu. Jurnal saya merekam beragam tema yang akan membutuhkan banyak waktu untuk bisa mengkerucutkannya menjadi sebuah fokus, dan saya tidak memiliki waktu sebanyak yang diperlukan. Kedua, permasalahanorientasi, refleksi ini tadinya adalah sekedar kado untuk sweet seventeen Mufidatul Laily –nama yang akan sangat sering muncul dalam refleksi ini. Dari sini klasifikasi sortirnya sudah jelas. Tidak perlu dibingungkan lagi. Misalnya dengan pertanyaan : “Mengapa ?” atau “Kok ?” . Yang, sungguh, saya pun tidak tahu bagaimana cara yang sederhana untuk menjawabnya.

Fundament-setting dalam refleksi ini mengambil suasana tempat belajar-mengajar membaca al-Qur’an di lingkungan saya, Masjid Al-Muhajirin dan sebuaha klub mengaji : Miftahul Janah. Saya terlibat di dalamnya. Juga si Laily ini. Di sinilah penuturan bertitik tolak. Mungkin akan ada banyak pertanyaan mengenai awal mula ini. Saran saya sebaiknya ikuti saja alur yang terhidang, butuh energi besar untuk menyantapnya.

Semoga mendatangkan manfaat. Kalaupun tidak mendatangkan manfaat, semoga tidak mendatangkan madlarat. A’udzubillahi min hamazatisy syayaatin.

Comments

Popular posts from this blog

Kenali Tanda-tanda Orang Yang Disejahterakan Allah

"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya" (QS 39:73) Sungguh bahagia orang yang taqwa kepada Tuhannya. Dia akan selalu berada dalam kebaikan. Melalui tanda-tandanya, kamu dapat mengenalinya. - Dimanapun dia berada, kesucian selalu memancar di wajahnya, kedamaian selalu merambah kepada orang-orang di sekitarnya, kedermawanannya selalu mengalahkan kebutuhannya. - Dia tidak disusahkan dengan berkurangnya harta benda dan akalnya selalu berada di atas nafsunya. - Dengan kata-kata, dia selalu menebar keselamatan kepada siapa saja, yang dikenalnya atau tidak. Maka bila kamu ingin dikelompokkan ke dalam golongan orang-orang yang berbahagia tersebut, hendaklah kamu tidak pernah merasa letih untuk men...

Don't Become a Scientist!

Apakah Anda berpikir untuk menjadi seorang ilmuwan? Apakah Anda ingin mengungkap misteri alam, melakukan eksperimen atau melakukan perhitungan untuk mempelajari cara kerja dunia? Lupakan! Sains itu menyenangkan dan mengasyikkan. Sensasi penemuan itu unik. Jika Anda cerdas, ambisius dan pekerja keras, Anda harus mengambil jurusan sains sebagai sarjana. Tapi cukup segitu saja. Setelah lulus, Anda harus berurusan dengan dunia nyata. Itu berarti Anda tidak perlu mempertimbangkan untuk lulus sekolah dalam sains. Sebaliknya, lakukan sesuatu yang lain: sekolah kedokteran, sekolah hukum, komputer atau teknik, atau sesuatu yang menarik bagi Anda. Mengapa saya (seorang profesor fisika) mencoba untuk mencegah Anda dari mengikuti jalur karier yang berhasil bagi saya? Karena zaman telah berubah (saya menerima gelar Ph.D saya pada tahun 1973, dan resmi jadi ilmuwan tahun 1976). Ilmu pengetahuan Amerika tidak lagi menawarkan jalur karier yang masuk akal. Jika Anda lulus sekolah sains, itu ber...

Geoportal sebagai implementasi Infrastruktur Data Spasial (IDS)

Geoportal adalah salah satu contoh implementasi IDS Global (GSDI = Global Spatial Data Infrastructure ) yang memanfaatkan tekologi web. Portal di GSDI disebut Geoportal yang memiliki motto “kebebasan yang bersatu” – freedom united [1]. Motto “kebebasan yang bersatu” mencerminkan fakta bahwa geoportal adalah jaringan portal yang didirikan oleh berbagai organisasi, masing-masing dengan otonomi sendiri, tetapi bekerja dalam satu set aturan. Berikut diuraikan secara singkat geoportal dalam perjalanan sejarah GSDI di beberapa negara di dunia.