Skip to main content

Jurusan seni sastra perpetaan

19-01-2000

Hari Senin kemarin, tanggal 17, saya balik ke Yogya setelah 3 minggu (!!!) aman tentram di rumah (libur abis lebaran). Yang luar biasa dan ajaib adalah : saya datang ke asrama jam 09.00 dan jam11.00 hari itu juga ujian semsteran dimulai. Ujian pertama Pengantar Administrasi Peratanah.

Dan saya belum tahu jadwalnya atau lebih tepatnya ngga tahu sama sekali kalo hari ini sementeran dimulai (waktu itu saya cuman ketawa-tawa aja, sekarang kalo inget ngeri bukan main, koq bisa gitu ya?).

Perhitungan saya kan begini, biasanya kan ada persiapan adminitrasi dulu sebelum semendteran dimulai.yaaahhh..perhitungan saya salah besar. Abis liburan langsung di mulai semesteran. Akhirnya saya ikut ujian tanpa persiapan babar blas. Semoga Allah menberi ampun dan jalan yang terang bagi jiwa yang tersesat ini.Amin.

Hari itu kalo dibilang panik sih iyya, gimana tidak panik semestran temen-temen yang lain udah pada startsejak beberapa hari yang lalu saya malah baru akan nyari di mana catatan saya. Ampuunn!! (Lail, yang kayak gini jangan ditiru ya, en doain saya insaf ...).

Dan hari itu surat Laily plus kartu lebaran datang (kartu lebaran made in dewe). Lengkaplah sudah kegiatan sudah kegilaan saya, waktu yang tinggal dua jam malah saya gunakan untuk mencermati surat Laily itu, eh tapi mungkin surat itu pulalah yang bikin saya tenang. Saya pikir kepanikan tidak memecahkan masalah. Semua ketakutan dan panik yang tak tahu juntrungannya itu dialihkan saja. Surat Laily itu pulalah yang berhasil mengalihkan semua kepanikan itu.

Meski temen-temen pada mengelus dada,”Fahmi, kamu ternyata jenis manusia yang terlampau cyek’. Tapi diam-diam saya menyusun strategi...Strateginya : untuk ujian selanjutnya, tudir disaat temen-temen heboh belajar, trus bangun pas udah sepi. Baca barang 20 menit. Tutup buku, tisur lagi. Trus bangun, mandi en berangkat dengan nekat....(bukannya dengan tekad..he he he)

catatan : Ketika pengumuman nilai keluar, tanpa disangka,bahkan oleh dosen dekalipun, saya, Fahmi charish, NIM.9981537, saya masuk ke 5 besar se-angkatan (se-Jateng numbero uno!!). Gak dinyana. Topi yang biasa saya pakaipun jadi kekecilan. Kurang ajr !! Tapi asyik... He he he. Hanya saja akhirnya saya kena filosofi punishment and reward, balasan atau hukuman kecuekan saya terasa ketika semester berikutnya nilai saya mulai rajin dan mempersiapakan ujian dengan sangt rapi. Buah dari takabur yang meski cuman kecil dan melintas sebentar di dada adalah 6 semester berikutnya yang hancur..... Ya Allah ampuni manusia sombong ini.. Temen-temen Jawa Tengah maafkan, saya mengecewakan kalian...

Comments

Popular posts from this blog

Nasyid SWARA BHUMI STPN Yogyakarta: sebuah catatan perjalanan

Background Alhamdulillah wa sholaatu ala Rasulillah Berawal di penghujung tahun 2013, ketika saya memulai jalan panjang di program S-3 Ilmu Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi UGM. Muncul gagasan-gagasan yang berkesinambungan dengan obrolan via telepon dengan Pak Mardianto (STPN 1998) dan Pak Jusvan (STPN 1998). Gagasan untuk re-mastering lagu-lagu nasyid Swara Bhumi. Langkah awal mesti diambil. Inventarisasi rekaman analog yang tersisa dari perjalanan sejarah SWAMI (1999 sd 2002) merupakan langkah awal yang baik. Setelah dodos-dodos (apa ya bahasa Indonesianya), ditemukanlah 2 kaset. Berbekal 2 kaset kompilasi SWAMI itu, yang merekam peristiwa-peristiwa: rekaman di Radio Arma 11, Live Performance di Brebes dan rekaman di Studio Retjo Buntung (album kolaborasi Swami, Justice Voice dan ust Fauzil Adhim: Agar Cinta Bersemi Indah “ACBI”), dimulailah proyek digitalisasi lagu-lagu SWAMI. Bersyukur, gayung bersambut. Pak Trisno (STPN 1998) dan Pak Sugiyanto (STPN 1998) berkenan menja...

Don't Become a Scientist!

Apakah Anda berpikir untuk menjadi seorang ilmuwan? Apakah Anda ingin mengungkap misteri alam, melakukan eksperimen atau melakukan perhitungan untuk mempelajari cara kerja dunia? Lupakan! Sains itu menyenangkan dan mengasyikkan. Sensasi penemuan itu unik. Jika Anda cerdas, ambisius dan pekerja keras, Anda harus mengambil jurusan sains sebagai sarjana. Tapi cukup segitu saja. Setelah lulus, Anda harus berurusan dengan dunia nyata. Itu berarti Anda tidak perlu mempertimbangkan untuk lulus sekolah dalam sains. Sebaliknya, lakukan sesuatu yang lain: sekolah kedokteran, sekolah hukum, komputer atau teknik, atau sesuatu yang menarik bagi Anda. Mengapa saya (seorang profesor fisika) mencoba untuk mencegah Anda dari mengikuti jalur karier yang berhasil bagi saya? Karena zaman telah berubah (saya menerima gelar Ph.D saya pada tahun 1973, dan resmi jadi ilmuwan tahun 1976). Ilmu pengetahuan Amerika tidak lagi menawarkan jalur karier yang masuk akal. Jika Anda lulus sekolah sains, itu ber...

Kenali Tanda-tanda Orang Yang Disejahterakan Allah

"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya" (QS 39:73) Sungguh bahagia orang yang taqwa kepada Tuhannya. Dia akan selalu berada dalam kebaikan. Melalui tanda-tandanya, kamu dapat mengenalinya. - Dimanapun dia berada, kesucian selalu memancar di wajahnya, kedamaian selalu merambah kepada orang-orang di sekitarnya, kedermawanannya selalu mengalahkan kebutuhannya. - Dia tidak disusahkan dengan berkurangnya harta benda dan akalnya selalu berada di atas nafsunya. - Dengan kata-kata, dia selalu menebar keselamatan kepada siapa saja, yang dikenalnya atau tidak. Maka bila kamu ingin dikelompokkan ke dalam golongan orang-orang yang berbahagia tersebut, hendaklah kamu tidak pernah merasa letih untuk men...