Skip to main content

Pilpres 2014 dan 2019: perspektif metaforik

Pilpres 2014, bagi saya, adalah pengalaman sejarah negara yang ajaib dalam perspektif pribadi saya. Bagaimana tidak, nama lengkap saya dalam 2 kata terakhirnya mirip dengan nama Pak Joko Widodo (Jkw). Nama lengkap saya FCM Djoko Widodo. Asli, ini tidak ngarang.

Itu satu fakta.

Fakta lainnya, saya lahir di tanggal dan bulan yang sama dengan Pak Prabowo Subianto (PS). Sejak tahu fakta itu, saya jadi tertarik dengan rekam jejak PS. Saya mulai intens mengikuti perjalanan hidupnya yang ditulis dalam berbagai artikel media massa dan buku-buku biografi tokoh-tokoh penting. Ketika PS intens beriklan, jauh sebelum pilpres 2014, saya heran. Orang ini narsistik atau jenius? Apa maksudnya? Kemanakah arus hendak dia arahkan?

Kembali ke Pilpres 2014. Tahun 2014 menjelang pilpres saya termenung-menung, milih yang mana ya? Ketika akhirnya menentukan pilihan, saya masih juga termangu. Kegalauan ini seolah menjelma dalam skala yang lebih luas dengan terbelahnya masyarakat dalam pilpres 2014 lalu.

Ya. Terbelah. Saling baku pukul di medsos. Suasana medsos kayak neraka. Twitter. FB. WA. BBM. Penuh perseteruan, kebencian, caci maki. Membuat saya akhirnya meng-uninstall aplikasi medsos dan left dari beberapa WAG.

Oke, lanjut. Hasil termenung-menung itu menghasilkan teori cocoklogi. Saya urutkan sejak deklarasi capres PS hingga deklarasi capres Jkw, tahun 2014. Oh tidak, lebih tepat bila saya tarik lagi lebih ke titik lebih awal.

Tahapannya secara urutan waktu bisa ditulis seperti ini: (1) Jkw terpilih sebagai Walikota Solo, (2) Konflik Jkw vs Bibit Waluyto (eks Gubernur Jawa Tengah), (3) Jkw mengajukan diri sebagai Cagub DKI Jakarta dengan Esemka-nya, (4) PS mendukung Ahok sebagai Cawagub Jkw, skip skip skip

Hingga, titik paling krusial menurut saya: PS mendeklarasikan dirinya sebagai Capres 2014. Mendahului manuver parpol-parpol lainnya. Saat itu PDI-P sedang bingung juga. Apakah mendukung Mega-Jkw atau Jkw-misterX (waktu itu nama JK belum muncul sebagai pendamping Jkw). Eh tahu-tahu PKS mengumumkan dukungannya kepada PS. In the very first time! Kemudian kita tahu PS menggandeng HR untuk maju Pilpres 2014, dan Jkw menggandeng JK (banyak bagian yang saya skip, karena rujukan, terutama terkait time-line, yang belum lengkap saya temukan).

Nah, berdasar uraian di atas, saya lontarkan hipotesis abal-abal yang membuat saya dimusuhi, baik oleh fans PS maupun fans Jkw. Bahwa Jkw bisa melenggang menang, salah satu faktornya adalah berkat PS. Kini, di Pilpres 2019, hipotesis itu sudah nyata. Jkw menang lagi, dan PS jadi Menhan. Uhukkk.

Angkat topi untuk LBP the real king maker. Tentang LBP, yah begitu kira-kira yang ditulis e-magazine Intisari awal tahun 2014. Maaf ini berdasar ingatan saya, sumbernya -majalah Intisari tersebut- belum ketemu.

PS mungkin masih idola saya, namun kenyataannya, sudah lebih dari 5 tahun ini dan tentu untuk 5 tahun ke depan, saya harus mengakui dan menerima bahwa Jkw adalah Presiden RI a.k.a. Boss saya. Uhukk, lagi.

Itu cerita saya.

Comments

Popular posts from this blog

Nasyid SWARA BHUMI STPN Yogyakarta: sebuah catatan perjalanan

Background Alhamdulillah wa sholaatu ala Rasulillah Berawal di penghujung tahun 2013, ketika saya memulai jalan panjang di program S-3 Ilmu Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi UGM. Muncul gagasan-gagasan yang berkesinambungan dengan obrolan via telepon dengan Pak Mardianto (STPN 1998) dan Pak Jusvan (STPN 1998). Gagasan untuk re-mastering lagu-lagu nasyid Swara Bhumi. Langkah awal mesti diambil. Inventarisasi rekaman analog yang tersisa dari perjalanan sejarah SWAMI (1999 sd 2002) merupakan langkah awal yang baik. Setelah dodos-dodos (apa ya bahasa Indonesianya), ditemukanlah 2 kaset. Berbekal 2 kaset kompilasi SWAMI itu, yang merekam peristiwa-peristiwa: rekaman di Radio Arma 11, Live Performance di Brebes dan rekaman di Studio Retjo Buntung (album kolaborasi Swami, Justice Voice dan ust Fauzil Adhim: Agar Cinta Bersemi Indah “ACBI”), dimulailah proyek digitalisasi lagu-lagu SWAMI. Bersyukur, gayung bersambut. Pak Trisno (STPN 1998) dan Pak Sugiyanto (STPN 1998) berkenan menja...

Don't Become a Scientist!

Apakah Anda berpikir untuk menjadi seorang ilmuwan? Apakah Anda ingin mengungkap misteri alam, melakukan eksperimen atau melakukan perhitungan untuk mempelajari cara kerja dunia? Lupakan! Sains itu menyenangkan dan mengasyikkan. Sensasi penemuan itu unik. Jika Anda cerdas, ambisius dan pekerja keras, Anda harus mengambil jurusan sains sebagai sarjana. Tapi cukup segitu saja. Setelah lulus, Anda harus berurusan dengan dunia nyata. Itu berarti Anda tidak perlu mempertimbangkan untuk lulus sekolah dalam sains. Sebaliknya, lakukan sesuatu yang lain: sekolah kedokteran, sekolah hukum, komputer atau teknik, atau sesuatu yang menarik bagi Anda. Mengapa saya (seorang profesor fisika) mencoba untuk mencegah Anda dari mengikuti jalur karier yang berhasil bagi saya? Karena zaman telah berubah (saya menerima gelar Ph.D saya pada tahun 1973, dan resmi jadi ilmuwan tahun 1976). Ilmu pengetahuan Amerika tidak lagi menawarkan jalur karier yang masuk akal. Jika Anda lulus sekolah sains, itu ber...

Kenali Tanda-tanda Orang Yang Disejahterakan Allah

"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya" (QS 39:73) Sungguh bahagia orang yang taqwa kepada Tuhannya. Dia akan selalu berada dalam kebaikan. Melalui tanda-tandanya, kamu dapat mengenalinya. - Dimanapun dia berada, kesucian selalu memancar di wajahnya, kedamaian selalu merambah kepada orang-orang di sekitarnya, kedermawanannya selalu mengalahkan kebutuhannya. - Dia tidak disusahkan dengan berkurangnya harta benda dan akalnya selalu berada di atas nafsunya. - Dengan kata-kata, dia selalu menebar keselamatan kepada siapa saja, yang dikenalnya atau tidak. Maka bila kamu ingin dikelompokkan ke dalam golongan orang-orang yang berbahagia tersebut, hendaklah kamu tidak pernah merasa letih untuk men...