Menulis karya ilmiah saat ini sifatnya wajib bagi kalangan dosen, peneliti dan guru untuk menunjang karir mereka. Mulai menjamurnya jurnal-jurnal baru, di sisi lain, kewajiban menulis masih bersifat perintah, membuat para akademisi tergopoh-gopoh menyongsongnya. Kewajiban ini belum berakar dalam kultur dunia akademik di Indonesia, sehingga isu etika nampaknya masih kurang diperhatikan.
Saya tidak membahas fenomena seperti pertanyaan pertama di atas. Saya rasa kultur di negara kita masih kepayahan menyerap isu publikasi ilmiah lainnya yang lebih serius: plagiarisme.
Tulisan ini tidak hendak membahas plagiarisme, yang juga masih belum menyatu secara kultur sehingga masih banyak terjadi. Tulisan ini tentang masalah etika lainnya, seperti fokus tulisan ini, juga perlu mulai diperhatikan, yakni mengenai etika mempublikasikan artikel karya sendiri di dalam jurnal yang penulis kelola atau istilahnya: self-publishing.
Catatan-catatan dari Komite Etika Publikasi (Committee on Publication Ethics, 2005, 2016).
Apakah editor dapat menerbitkan karya mereka sendiri dalam jurnal mereka?
Jika ya, maka proses peninjauan harus dibuat setransparan dan sekuat mungkin.
Dalam kondisi yang bagaimana?
Editor yang mempublikasikan studi di jurnal mereka sendiri, terutama dalam situasi di mana pilihan jurnal terbatas.
Apa syarat dan ketentuannya?
Asalkan setiap upaya dilakukan untuk meminimalkan bias dalam proses peninjauan dengan meminta associate editor lainnya menangani prosedur peer review secara independen dari editor (mengakui bahwa tidak mungkin untuk menghapus bias sepenuhnya), dan prosesnya benar-benar transparan, maka ini akan menjadi rute yang paling tepat untuk ditempuh.
Jurnal Anda harus memiliki prosedur untuk menangani pengiriman dari editor atau anggota dewan editorial yang akan memastikan bahwa peer review ditangani secara independen penulis/editor.
Jika dan ketika artikel tersebut diterbitkan, editor mungkin ingin menerbitkan komentar terlampir yang menunjukkan betapa transparannya proses peninjauan. Kami juga menyarankan Anda untuk menggambarkan proses dalam komentar atau catatan serupa setelah kertas diterbitkan
Disarankan bahwa editor mengirimkan artikel untuk ditinjau tanpa nama, tetapi ia mengatakan bidang subjek sangat sempit dan terspesialisasi sehingga setiap pengulas akan tahu siapa yang telah menulis makalah.
Pendapat Pakar
Golongan yang mengharamkan mutlak contohnya dapat disimak dari beberapa pendapat pakar berikut ini.
Terjemahan bebasnya: Sebaiknya editor dan atau mahasiswanya tidak menerbitkan karya ilmiahnya di jurnal yang terkait dengan editor tersebut karena ini merupakan pelanggaran moral.
Terjemahan bebasnya: Secara etika editor harus menghindari konflik kepentingan, yang mungkin terjadi jika editor dapat mengelola tidak hanya menghindari penanganan naskah pada tahap apa pun, tetapi juga menghindari staf editorial lain yang memiliki pengetahuan bahwa naskah itu berasal dari editor. Jika konflik kepentingan dirasa tidak terhindar lagi, maka tidaklah bijak untuk menerbitkan artikel di jurnalnya sendiri.
Golongan yang netral menyatakan sebagai berikut:
Terjemahan bebasnya: … bahwa self-publishing tidak apa-apa asalkan proses review dan keputusan final bersifat mandiri dan (dalam kasus ini) tidak melibatkan editor.
Kesimpulan
Beberapa pakar menolak keras praktik ini. Sementara itu, lebih banyak pendapat yang membolehkan dengan menetapkan persyaratan-persyaratan yang ketat. Beberapa kasus menunjukkan bahwa ada kondisi-kondisi yang memaksa praktik ini berlaku. Tentu disiplin mekanisme review (misalnya: double-blind review) mesti benar-benar ditegakkan.
Referensi
Committee on Publication Ethics. (2005). Editor as author in own journal. Diambil 27 November 2019, dari https://publicationethics.org/case/editor-author-own-journal
Committee on Publication Ethics. (2016). A Short Guide to Ethical Editing for New Editors. Diambil dari https://publicationethics.org/files/A_Short_Guide_to_Ethical_Editing.pdf
Huckfeldt, V. (2013). Is it a good practice for an editor-in-chief to publish his/her own article in the journal? Diambil 27 November 2019, dari ResearchGate GmbH website: https://www.researchgate.net/post/Is_it_a_good_practice_for_an_editor-in- chief_to_publish_his_her_own_article_in_the_journal
Muralidharan, V. (2016). Is it a good practice for an editor-in-chief to publish his/her own article in the journal? Diambil 27 November 2019, dari ResearchGate GmbH website: https://www.researchgate.net/post/Is_it_a_good_practice_for_an_editor-in- chief_to_publish_his_her_own_article_in_the_journal
Sivberg, B. (2013). Is it a good practice for an editor-in-chief to publish his/her own article in the journal? Diambil 27 November 2019, dari ResearchGate GmbH website: https://www.researchgate.net/post/Is_it_a_good_practice_for_an_editor-in- chief_to_publish_his_her_own_article_in_the_journal
Saya tidak membahas fenomena seperti pertanyaan pertama di atas. Saya rasa kultur di negara kita masih kepayahan menyerap isu publikasi ilmiah lainnya yang lebih serius: plagiarisme.
Tulisan ini tidak hendak membahas plagiarisme, yang juga masih belum menyatu secara kultur sehingga masih banyak terjadi. Tulisan ini tentang masalah etika lainnya, seperti fokus tulisan ini, juga perlu mulai diperhatikan, yakni mengenai etika mempublikasikan artikel karya sendiri di dalam jurnal yang penulis kelola atau istilahnya: self-publishing.
Catatan-catatan dari Komite Etika Publikasi (Committee on Publication Ethics, 2005, 2016).
Apakah editor dapat menerbitkan karya mereka sendiri dalam jurnal mereka?
Jika ya, maka proses peninjauan harus dibuat setransparan dan sekuat mungkin.
Dalam kondisi yang bagaimana?
Editor yang mempublikasikan studi di jurnal mereka sendiri, terutama dalam situasi di mana pilihan jurnal terbatas.
Apa syarat dan ketentuannya?
Asalkan setiap upaya dilakukan untuk meminimalkan bias dalam proses peninjauan dengan meminta associate editor lainnya menangani prosedur peer review secara independen dari editor (mengakui bahwa tidak mungkin untuk menghapus bias sepenuhnya), dan prosesnya benar-benar transparan, maka ini akan menjadi rute yang paling tepat untuk ditempuh.
Jurnal Anda harus memiliki prosedur untuk menangani pengiriman dari editor atau anggota dewan editorial yang akan memastikan bahwa peer review ditangani secara independen penulis/editor.
Jika dan ketika artikel tersebut diterbitkan, editor mungkin ingin menerbitkan komentar terlampir yang menunjukkan betapa transparannya proses peninjauan. Kami juga menyarankan Anda untuk menggambarkan proses dalam komentar atau catatan serupa setelah kertas diterbitkan
Disarankan bahwa editor mengirimkan artikel untuk ditinjau tanpa nama, tetapi ia mengatakan bidang subjek sangat sempit dan terspesialisasi sehingga setiap pengulas akan tahu siapa yang telah menulis makalah.
Pendapat Pakar
Golongan yang mengharamkan mutlak contohnya dapat disimak dari beberapa pendapat pakar berikut ini.
One should not publish his or his students work in journals he is connected. It is violation of morals (Muralidharan, 2016).
Terjemahan bebasnya: Sebaiknya editor dan atau mahasiswanya tidak menerbitkan karya ilmiahnya di jurnal yang terkait dengan editor tersebut karena ini merupakan pelanggaran moral.
As an ethical issue, one must avoid creating conflicts of interest, which may be possible if the editor can manage to not only avoid handling the manuscript at any stage, but also avoid other editorial staff having knowledge that the manuscript is from the editor. As a practical issue, one should try to avoid even the appearance of conflicts of interest. Given that there is really no way to avoid some appearance of a conflict of interest, it would not be a very prudent choice for an editor-in-chief to publish in his or her own journal (Huckfeldt, 2013).
Terjemahan bebasnya: Secara etika editor harus menghindari konflik kepentingan, yang mungkin terjadi jika editor dapat mengelola tidak hanya menghindari penanganan naskah pada tahap apa pun, tetapi juga menghindari staf editorial lain yang memiliki pengetahuan bahwa naskah itu berasal dari editor. Jika konflik kepentingan dirasa tidak terhindar lagi, maka tidaklah bijak untuk menerbitkan artikel di jurnalnya sendiri.
Golongan yang netral menyatakan sebagai berikut:
That depends on the procedure of the Review and the final decision-making of publication of a manuscript. It must be absolutely clear that you are not involved in ana stage of handeling your manuscript. If you can not show that it is wise to publish in a journal with no ties to yourself (Sivberg, 2013).
Terjemahan bebasnya: … bahwa self-publishing tidak apa-apa asalkan proses review dan keputusan final bersifat mandiri dan (dalam kasus ini) tidak melibatkan editor.
Kesimpulan
Beberapa pakar menolak keras praktik ini. Sementara itu, lebih banyak pendapat yang membolehkan dengan menetapkan persyaratan-persyaratan yang ketat. Beberapa kasus menunjukkan bahwa ada kondisi-kondisi yang memaksa praktik ini berlaku. Tentu disiplin mekanisme review (misalnya: double-blind review) mesti benar-benar ditegakkan.
Referensi
Committee on Publication Ethics. (2005). Editor as author in own journal. Diambil 27 November 2019, dari https://publicationethics.org/case/editor-author-own-journal
Committee on Publication Ethics. (2016). A Short Guide to Ethical Editing for New Editors. Diambil dari https://publicationethics.org/files/A_Short_Guide_to_Ethical_Editing.pdf
Huckfeldt, V. (2013). Is it a good practice for an editor-in-chief to publish his/her own article in the journal? Diambil 27 November 2019, dari ResearchGate GmbH website: https://www.researchgate.net/post/Is_it_a_good_practice_for_an_editor-in- chief_to_publish_his_her_own_article_in_the_journal
Muralidharan, V. (2016). Is it a good practice for an editor-in-chief to publish his/her own article in the journal? Diambil 27 November 2019, dari ResearchGate GmbH website: https://www.researchgate.net/post/Is_it_a_good_practice_for_an_editor-in- chief_to_publish_his_her_own_article_in_the_journal
Sivberg, B. (2013). Is it a good practice for an editor-in-chief to publish his/her own article in the journal? Diambil 27 November 2019, dari ResearchGate GmbH website: https://www.researchgate.net/post/Is_it_a_good_practice_for_an_editor-in- chief_to_publish_his_her_own_article_in_the_journal
Comments
Post a Comment