Skip to main content

Apakah profesi surveyor (petugas ukur pertanahan) akan benar-benar hilang ditelan era Revolusi Industri 4.0?

Presiden Jokowi, melalu Tjahjo Kumolo (Menpan RB), mencanangkan program efisiensi birokrat dengan memangkas beberapa level pejabat eselon yang dianggap tidak menampakkan manfaat yang diharapkan (sumber: Detik.com dan Kompas.com).

Saya mengamati kebijakan ini sangat startegis dalam mengantisipasi perubahan yang kita kenal dengan istilah Revolusi Industri 4.0. Perkembangan ini membawa efek disrupsi terhadap beberapa profesi yang kita kenal selama ini, yang akhirnya mau tidak mau elemen birokrat mesti menyesuaikan.

Pendekatan Baru Kegiatan Pengukuran dan Pemetaan


Dalam hal profesi surveyor menarik untuk dikaji mempertimbangkan karakteristik profesi dan perkembangan teknologi. Sebagai contoh penggunaan peta bersumber dari OpenStreetMap (OSM) telah banyak dikembangkan dalam rangka pengukuran dan pemetaan perkotaan. OSM dalam rangka survei kadaster, meliputi: keuntungan dan kerugian penggunaan metode online dan keterbukaan prosedur. Selanjutnya mengkaji perbedaan peran pengguna level pakar dan awam dalam kegiatan survei oleh pemerintah. Hasil menunjukkan bahwa pengguna dapat dengan mudah membedakan perbedaan kapasitas antara OSM dan perangkat lunak komersial; metodologi OSM yang murah, mudah digunakan dan cepat berbeda dengan metodologi perangkat lunak komersial yang akurat, otoritatif, dan terjamin (Basiouka, Potsiou, & Bakogiannis, 2015).

Model pendekatan fit-for-purpose (FFP) dikaji dalam kegiatan pengukuran kadaster berbasis partisipasi pemilik bidang tanah dengan menggunakan layanan mobile yang disediakan oleh pemerintah. Parameter yang digunakan konsumsi waktu, kualitas dan akurasi. Kendala-kendala yang ditemui diklasifikasi. Hasilnya metode yang digunakan cocok dengan kondisi baik negara maju maupun negara berkembang (Apostolopoulos, Geli, Petrelli, Potsiou, & Ioannidis, 2018).

Peran Petugas Ukur dalam era Revolusi Industri 4.0


Sistem kadaster berpusat pada petugas ukur/surveyor berlisensi yang bertugas mendefinisikan dan menetapkan batas bidang tanah (PwC, 2016). Tugas tersebut mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  • Pemecahan bidang tanah/properti.

  • Pemecahan rumah susun.

  • Pengembalian batas bidang tanah untuk mem-verifikasi posisi/letak bidang tanah dalam kegiatan pengembangan properti.

  • Identifikasi batas bidang tanah.

  • Konfirmasi lokasi pada dokumentasi properti yang ada.

  • Survei detail/kontur.


Peran pengukuran dan pemetaan di era kolonial Inggris telah dimulai di negara jajahannya (USA). Peta kadaster sudah digunakan sejak abad pertengahan untuk hak atas tanah. Peta merupakan instrumen bagi kegiatan pembanguna pemukiman di era kolonial Inggris di Amerika Utara. Peta juga menunjukkan keterbatasan sumber daya tanah bagi kegiatan pembangunan yang saat itu didominasi peternakan dan pertanian (Kain, 2002).

Bidang penilaian nilai tanah dan properti serta manajemen aset dan fasilitas, pada level fungsional, akan sedikit melambat, alih-alih meningkat. Namun masa transisi memang demikian di awal langkah. Tuntutan konsistensi, transparansi dan ketepatan waktu menjadi semakin tinggi. Pemantauannya berlangsung secara real-time sehingga manipulasi kotor bisa direduksi. Sensor makin beragam dalam koridor Internet of Things (IoT). Pengurangan biaya pengelolaan portofolio bangunan. Ada kemungkinan bahwa jumlah pegawai di bidang-bidang tertentu akan berkurang secara signifikan. Keterampilan baru perlu diasah mengantisipasi era disrupsi 4.0 (Thompson & Waller, 2017).

Kesimpulan


Profesi petugas ukur tidak akan musnah. Otoritas/kewenangan, yang dimiliki petugas ukur, dalam kegiatan pengukuran dan pemetaan kadaster masih diperlukan. Tidak akan punah namun akan menyublim dan menjelma dalam koridor baru: outsourcing. Tidak berbeda dengan fungsi PPAT sebagai mitra pendokumentasian hal-hal terkait tanah dari sisi legal formal.

Otoritas tersebut nantinya, menimbang efisiensi dana, akan didelegasikan kepada masyarakat awam yang dipersenjatai mobile-app dan alat penentu posisi, tentu saja dengan dibekali keterampilan dasar pengukuran dan pemetaan kadaster. Sinergi Kementerian ATR/BPN, Kemendes dan Kemendagri diharapkan dapat merumuskan kebijakan sebagai payung hukum.

Referensi


Apostolopoulos, K., Geli, M., Petrelli, P., Potsiou, C., & Ioannidis, C. (2018). A new model for cadastral surveying using crowdsourcing. Survey Review, 50(359). https://doi.org/10.1080/00396265.2016.1253522?src=recsys

Basiouka, S., Potsiou, C., & Bakogiannis, E. (2015). OpenStreetMap for cadastral purposes: an application using VGI for official in urban areas. Survey Review, 47(344). https://doi.org/10.1179/1752270615Y.0000000011?src=recsys

Kain, R. J. P. (2002). The role of cadastral surveys and maps in land settlement from England. Landscape Research, 27(1), 11–24. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/01426390220110739

PwC. (2016). Surveyors and the value of cadastral integrity. Australia: PricewaterhouseCoopers Consulting Pty Limited.

Thompson, B., & Waller, A. (2017). The Impact of Emerging Technologies on the Surveying Profession. Diambil dari https://www.rics.org/globalassets/rics-website/media/knowledge/research/insights/impact-of-emerging-technologies-on-the-surveying-profession-rics.pdf

Comments

Popular posts from this blog

Nasyid SWARA BHUMI STPN Yogyakarta: sebuah catatan perjalanan

Background Alhamdulillah wa sholaatu ala Rasulillah Berawal di penghujung tahun 2013, ketika saya memulai jalan panjang di program S-3 Ilmu Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi UGM. Muncul gagasan-gagasan yang berkesinambungan dengan obrolan via telepon dengan Pak Mardianto (STPN 1998) dan Pak Jusvan (STPN 1998). Gagasan untuk re-mastering lagu-lagu nasyid Swara Bhumi. Langkah awal mesti diambil. Inventarisasi rekaman analog yang tersisa dari perjalanan sejarah SWAMI (1999 sd 2002) merupakan langkah awal yang baik. Setelah dodos-dodos (apa ya bahasa Indonesianya), ditemukanlah 2 kaset. Berbekal 2 kaset kompilasi SWAMI itu, yang merekam peristiwa-peristiwa: rekaman di Radio Arma 11, Live Performance di Brebes dan rekaman di Studio Retjo Buntung (album kolaborasi Swami, Justice Voice dan ust Fauzil Adhim: Agar Cinta Bersemi Indah “ACBI”), dimulailah proyek digitalisasi lagu-lagu SWAMI. Bersyukur, gayung bersambut. Pak Trisno (STPN 1998) dan Pak Sugiyanto (STPN 1998) berkenan menja...

Don't Become a Scientist!

Apakah Anda berpikir untuk menjadi seorang ilmuwan? Apakah Anda ingin mengungkap misteri alam, melakukan eksperimen atau melakukan perhitungan untuk mempelajari cara kerja dunia? Lupakan! Sains itu menyenangkan dan mengasyikkan. Sensasi penemuan itu unik. Jika Anda cerdas, ambisius dan pekerja keras, Anda harus mengambil jurusan sains sebagai sarjana. Tapi cukup segitu saja. Setelah lulus, Anda harus berurusan dengan dunia nyata. Itu berarti Anda tidak perlu mempertimbangkan untuk lulus sekolah dalam sains. Sebaliknya, lakukan sesuatu yang lain: sekolah kedokteran, sekolah hukum, komputer atau teknik, atau sesuatu yang menarik bagi Anda. Mengapa saya (seorang profesor fisika) mencoba untuk mencegah Anda dari mengikuti jalur karier yang berhasil bagi saya? Karena zaman telah berubah (saya menerima gelar Ph.D saya pada tahun 1973, dan resmi jadi ilmuwan tahun 1976). Ilmu pengetahuan Amerika tidak lagi menawarkan jalur karier yang masuk akal. Jika Anda lulus sekolah sains, itu ber...

Kenali Tanda-tanda Orang Yang Disejahterakan Allah

"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya" (QS 39:73) Sungguh bahagia orang yang taqwa kepada Tuhannya. Dia akan selalu berada dalam kebaikan. Melalui tanda-tandanya, kamu dapat mengenalinya. - Dimanapun dia berada, kesucian selalu memancar di wajahnya, kedamaian selalu merambah kepada orang-orang di sekitarnya, kedermawanannya selalu mengalahkan kebutuhannya. - Dia tidak disusahkan dengan berkurangnya harta benda dan akalnya selalu berada di atas nafsunya. - Dengan kata-kata, dia selalu menebar keselamatan kepada siapa saja, yang dikenalnya atau tidak. Maka bila kamu ingin dikelompokkan ke dalam golongan orang-orang yang berbahagia tersebut, hendaklah kamu tidak pernah merasa letih untuk men...