Pertanyaan di atas saya ajukan di Quora, berikut 2 jawabannya.
Konferensi ilmiah ada banyak macamnya. Kalau dalam konferensi tersebut Anda diminta untuk mengirimkan fullpaper Anda kamudian fullpaper tersebut akan dipublikasikan dalam proceeding, maka jawabannya tidak boleh karena paper tersebut sudah dianggap sudah dipublikasikan. Lain ceritanya jika konferensi ilmiah tersebut tidak meminta Anda untuk mengirimkan fullpaper dan tidak dipublikasikan dalam proceeding. Biasanya, konferensi ilmiah seperti ini hanya meminta Anda untuk mengirimkan Abstrak saja. Nah, kalau disini, Anda baru boleh untuk mengirimkan fullpaper Anda ke sebuah penerbit jurnal. Hal ini dikarenakan paper Anda masih dianggap belum dipublikasikan sehingga dapat Anda ajukan ke penerbit jurnal untuk diterbitkan.
Selama kuliah S1, saya sudah 6 kali mengikuti konferensi (2 nasional dan 4 internasional) untuk mempresentasikan hasil riset saya. Selama mengikuti konferensi ini, saya tidak pernah mengikuti satupun konferensi yang meminta fullpaper dan mempublikasikan paper para presenternya melalui proceeding. Alasannya? ya karena agar paper penelitian saya bisa dipublikasikan di jurnal ilmiah yang sudah terindeks. Konferensi yang sudah saya ikuti tersebut saya jadikan sebagai media untuk mendapatkan feedback dari proses diskusi yang dilaksanakan ketika presentasi. Dengan demikian, masukan yang saya terima dalam konferensi ilmiah tersebut dapat saya pertimbangkan untuk merevisi dan meningkatkan kualitas paper saya agar dapat dipublikasikan di jurnal yang bagus. Semoga jawaban saya membantu. -- penulis--
Banyak orang mempresentasikan hasil-hasil awal penelitian mereka dalam bentuk poster, workshop, atau proceeding paper di sebuah konferensi lalu memasukkan hasil penelitian yang lebih lengkap untuk diterbitkan di sebuah jurnal dan ini diperbolehkan. Kecuali isinya sama persis dan sudah pernah dipresentasikan di sebuah konferensi sebelumnya lalu tanpa perubahan apa-apa ataupun hasil yang baru dan lebih detail kemudian dimasukkan ke jurnal, maka hal ini tidak diperbolehkan. Hal ini adalah perilaku yang tidak etis dan biasanya anda akan ditolak oleh jurnal tersebut bahkan nama anda bisa masuk daftar hitam.
Anda sudah menghabiskan waktu para reviewer jurnal dengan meminta mereka mereview sesuatu yang sudah pernah dipublikasikan sebelumnya. Para reviewer ini adalah orang-orang yang dianggap sudah berkecimpung cukup lama di bidangnya dan mereka juga tidak nganggur di rumah tetapi harus meluangkan waktu mereka untuk membaca karya anda dan mengecek apakah sitasi anda ratusan ke grup anda sendiri, apakah semua kontennya benar tidak ada indikasi pemalsuan, apakah penelitian ini ada sesuatu yang baru dan menarik atau tidak.
Para reviewer dan lingkungan penelitian/akademia adalah lingkaran yang kecil dan orangnya itu-itu saja walaupun di skala global. Sekali ketahuan melakukan perbuatan tercela, nama bisa tercemar dan akan susah untuk dianggap serius oleh orang-orang di bidang tersebut.
Sebagai tambahan panduan, berbagai jurnal dan konferensi juga sudah memberikan informasi secara eksplisit bagaimana aturan mengumpulkan paper yang mau dipublikasi seperti contoh kutipan dari IEEE di atas. -- penulis --
Jawaban 1
Konferensi ilmiah ada banyak macamnya. Kalau dalam konferensi tersebut Anda diminta untuk mengirimkan fullpaper Anda kamudian fullpaper tersebut akan dipublikasikan dalam proceeding, maka jawabannya tidak boleh karena paper tersebut sudah dianggap sudah dipublikasikan. Lain ceritanya jika konferensi ilmiah tersebut tidak meminta Anda untuk mengirimkan fullpaper dan tidak dipublikasikan dalam proceeding. Biasanya, konferensi ilmiah seperti ini hanya meminta Anda untuk mengirimkan Abstrak saja. Nah, kalau disini, Anda baru boleh untuk mengirimkan fullpaper Anda ke sebuah penerbit jurnal. Hal ini dikarenakan paper Anda masih dianggap belum dipublikasikan sehingga dapat Anda ajukan ke penerbit jurnal untuk diterbitkan.
Selama kuliah S1, saya sudah 6 kali mengikuti konferensi (2 nasional dan 4 internasional) untuk mempresentasikan hasil riset saya. Selama mengikuti konferensi ini, saya tidak pernah mengikuti satupun konferensi yang meminta fullpaper dan mempublikasikan paper para presenternya melalui proceeding. Alasannya? ya karena agar paper penelitian saya bisa dipublikasikan di jurnal ilmiah yang sudah terindeks. Konferensi yang sudah saya ikuti tersebut saya jadikan sebagai media untuk mendapatkan feedback dari proses diskusi yang dilaksanakan ketika presentasi. Dengan demikian, masukan yang saya terima dalam konferensi ilmiah tersebut dapat saya pertimbangkan untuk merevisi dan meningkatkan kualitas paper saya agar dapat dipublikasikan di jurnal yang bagus. Semoga jawaban saya membantu. -- penulis--
Jawaban 2
Banyak orang mempresentasikan hasil-hasil awal penelitian mereka dalam bentuk poster, workshop, atau proceeding paper di sebuah konferensi lalu memasukkan hasil penelitian yang lebih lengkap untuk diterbitkan di sebuah jurnal dan ini diperbolehkan. Kecuali isinya sama persis dan sudah pernah dipresentasikan di sebuah konferensi sebelumnya lalu tanpa perubahan apa-apa ataupun hasil yang baru dan lebih detail kemudian dimasukkan ke jurnal, maka hal ini tidak diperbolehkan. Hal ini adalah perilaku yang tidak etis dan biasanya anda akan ditolak oleh jurnal tersebut bahkan nama anda bisa masuk daftar hitam.
Anda sudah menghabiskan waktu para reviewer jurnal dengan meminta mereka mereview sesuatu yang sudah pernah dipublikasikan sebelumnya. Para reviewer ini adalah orang-orang yang dianggap sudah berkecimpung cukup lama di bidangnya dan mereka juga tidak nganggur di rumah tetapi harus meluangkan waktu mereka untuk membaca karya anda dan mengecek apakah sitasi anda ratusan ke grup anda sendiri, apakah semua kontennya benar tidak ada indikasi pemalsuan, apakah penelitian ini ada sesuatu yang baru dan menarik atau tidak.
Para reviewer dan lingkungan penelitian/akademia adalah lingkaran yang kecil dan orangnya itu-itu saja walaupun di skala global. Sekali ketahuan melakukan perbuatan tercela, nama bisa tercemar dan akan susah untuk dianggap serius oleh orang-orang di bidang tersebut.
IEEE policy requires that authors should only submit original work that has neither appeared elsewhere for publication, nor is under review for another refereed publication.
This means that authors must disclose all prior publication(s) and current submissions when submitting an article. Section 8.2.4.F of the IEEE PSPB Operations Manual provides guidelines for handling reported cases of authors who have submitted the same article to two or more publications, or who have not properly cited the reuse of their previously published work in newly submitted articles.
Sebagai tambahan panduan, berbagai jurnal dan konferensi juga sudah memberikan informasi secara eksplisit bagaimana aturan mengumpulkan paper yang mau dipublikasi seperti contoh kutipan dari IEEE di atas. -- penulis --
Comments
Post a Comment