Skip to main content

Bolehkah paper yang kita presentasikan di suatu konferensi, diterbitkan di sebuah jurnal lain?

Pertanyaan di atas saya ajukan di Quora, berikut 2 jawabannya.

Jawaban 1


Konferensi ilmiah ada banyak macamnya. Kalau dalam konferensi tersebut Anda diminta untuk mengirimkan fullpaper Anda kamudian fullpaper tersebut akan dipublikasikan dalam proceeding, maka jawabannya tidak boleh karena paper tersebut sudah dianggap sudah dipublikasikan. Lain ceritanya jika konferensi ilmiah tersebut tidak meminta Anda untuk mengirimkan fullpaper dan tidak dipublikasikan dalam proceeding. Biasanya, konferensi ilmiah seperti ini hanya meminta Anda untuk mengirimkan Abstrak saja. Nah, kalau disini, Anda baru boleh untuk mengirimkan fullpaper Anda ke sebuah penerbit jurnal. Hal ini dikarenakan paper Anda masih dianggap belum dipublikasikan sehingga dapat Anda ajukan ke penerbit jurnal untuk diterbitkan.

Selama kuliah S1, saya sudah 6 kali mengikuti konferensi (2 nasional dan 4 internasional) untuk mempresentasikan hasil riset saya. Selama mengikuti konferensi ini, saya tidak pernah mengikuti satupun konferensi yang meminta fullpaper dan mempublikasikan paper para presenternya melalui proceeding. Alasannya? ya karena agar paper penelitian saya bisa dipublikasikan di jurnal ilmiah yang sudah terindeks. Konferensi yang sudah saya ikuti tersebut saya jadikan sebagai media untuk mendapatkan feedback dari proses diskusi yang dilaksanakan ketika presentasi. Dengan demikian, masukan yang saya terima dalam konferensi ilmiah tersebut dapat saya pertimbangkan untuk merevisi dan meningkatkan kualitas paper saya agar dapat dipublikasikan di jurnal yang bagus. Semoga jawaban saya membantu. -- penulis--

Jawaban 2


Banyak orang mempresentasikan hasil-hasil awal penelitian mereka dalam bentuk poster, workshop, atau proceeding paper di sebuah konferensi lalu memasukkan hasil penelitian yang lebih lengkap untuk diterbitkan di sebuah jurnal dan ini diperbolehkan. Kecuali isinya sama persis dan sudah pernah dipresentasikan di sebuah konferensi sebelumnya lalu tanpa perubahan apa-apa ataupun hasil yang baru dan lebih detail kemudian dimasukkan ke jurnal, maka hal ini tidak diperbolehkan. Hal ini adalah perilaku yang tidak etis dan biasanya anda akan ditolak oleh jurnal tersebut bahkan nama anda bisa masuk daftar hitam.

Anda sudah menghabiskan waktu para reviewer jurnal dengan meminta mereka mereview sesuatu yang sudah pernah dipublikasikan sebelumnya. Para reviewer ini adalah orang-orang yang dianggap sudah berkecimpung cukup lama di bidangnya dan mereka juga tidak nganggur di rumah tetapi harus meluangkan waktu mereka untuk membaca karya anda dan mengecek apakah sitasi anda ratusan ke grup anda sendiri, apakah semua kontennya benar tidak ada indikasi pemalsuan, apakah penelitian ini ada sesuatu yang baru dan menarik atau tidak.

Para reviewer dan lingkungan penelitian/akademia adalah lingkaran yang kecil dan orangnya itu-itu saja walaupun di skala global. Sekali ketahuan melakukan perbuatan tercela, nama bisa tercemar dan akan susah untuk dianggap serius oleh orang-orang di bidang tersebut.
IEEE policy requires that authors should only submit original work that has neither appeared elsewhere for publication, nor is under review for another refereed publication.

This means that authors must disclose all prior publication(s) and current submissions when submitting an article. Section 8.2.4.F of the IEEE PSPB Operations Manual provides guidelines for handling reported cases of authors who have submitted the same article to two or more publications, or who have not properly cited the reuse of their previously published work in newly submitted articles.

Sebagai tambahan panduan, berbagai jurnal dan konferensi juga sudah memberikan informasi secara eksplisit bagaimana aturan mengumpulkan paper yang mau dipublikasi seperti contoh kutipan dari IEEE di atas. -- penulis --

Comments

Popular posts from this blog

Nasyid SWARA BHUMI STPN Yogyakarta: sebuah catatan perjalanan

Background Alhamdulillah wa sholaatu ala Rasulillah Berawal di penghujung tahun 2013, ketika saya memulai jalan panjang di program S-3 Ilmu Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi UGM. Muncul gagasan-gagasan yang berkesinambungan dengan obrolan via telepon dengan Pak Mardianto (STPN 1998) dan Pak Jusvan (STPN 1998). Gagasan untuk re-mastering lagu-lagu nasyid Swara Bhumi. Langkah awal mesti diambil. Inventarisasi rekaman analog yang tersisa dari perjalanan sejarah SWAMI (1999 sd 2002) merupakan langkah awal yang baik. Setelah dodos-dodos (apa ya bahasa Indonesianya), ditemukanlah 2 kaset. Berbekal 2 kaset kompilasi SWAMI itu, yang merekam peristiwa-peristiwa: rekaman di Radio Arma 11, Live Performance di Brebes dan rekaman di Studio Retjo Buntung (album kolaborasi Swami, Justice Voice dan ust Fauzil Adhim: Agar Cinta Bersemi Indah “ACBI”), dimulailah proyek digitalisasi lagu-lagu SWAMI. Bersyukur, gayung bersambut. Pak Trisno (STPN 1998) dan Pak Sugiyanto (STPN 1998) berkenan menja...

Kenali Tanda-tanda Orang Yang Disejahterakan Allah

"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya" (QS 39:73) Sungguh bahagia orang yang taqwa kepada Tuhannya. Dia akan selalu berada dalam kebaikan. Melalui tanda-tandanya, kamu dapat mengenalinya. - Dimanapun dia berada, kesucian selalu memancar di wajahnya, kedamaian selalu merambah kepada orang-orang di sekitarnya, kedermawanannya selalu mengalahkan kebutuhannya. - Dia tidak disusahkan dengan berkurangnya harta benda dan akalnya selalu berada di atas nafsunya. - Dengan kata-kata, dia selalu menebar keselamatan kepada siapa saja, yang dikenalnya atau tidak. Maka bila kamu ingin dikelompokkan ke dalam golongan orang-orang yang berbahagia tersebut, hendaklah kamu tidak pernah merasa letih untuk men...

Don't Become a Scientist!

Apakah Anda berpikir untuk menjadi seorang ilmuwan? Apakah Anda ingin mengungkap misteri alam, melakukan eksperimen atau melakukan perhitungan untuk mempelajari cara kerja dunia? Lupakan! Sains itu menyenangkan dan mengasyikkan. Sensasi penemuan itu unik. Jika Anda cerdas, ambisius dan pekerja keras, Anda harus mengambil jurusan sains sebagai sarjana. Tapi cukup segitu saja. Setelah lulus, Anda harus berurusan dengan dunia nyata. Itu berarti Anda tidak perlu mempertimbangkan untuk lulus sekolah dalam sains. Sebaliknya, lakukan sesuatu yang lain: sekolah kedokteran, sekolah hukum, komputer atau teknik, atau sesuatu yang menarik bagi Anda. Mengapa saya (seorang profesor fisika) mencoba untuk mencegah Anda dari mengikuti jalur karier yang berhasil bagi saya? Karena zaman telah berubah (saya menerima gelar Ph.D saya pada tahun 1973, dan resmi jadi ilmuwan tahun 1976). Ilmu pengetahuan Amerika tidak lagi menawarkan jalur karier yang masuk akal. Jika Anda lulus sekolah sains, itu ber...