Skip to main content

Kompak, simpel dan portabel: sepeda lipat

Seorang kawan menanyakan pendapat saya tentang  sepeda lipat "anu"  dan sepeda MTB "anu". 

Saya jawab bahwa itu tidak bisa dibandingkan begitu saja tanpa melibatkan aspek motiv / purpose / fungsi....  Saya sambung pernyataan ini dengan judul posting di atas. 



Saya tidak punya sepeda MTB. Sepeda yang saya miliki semuanya jenis sepeda lipat (folding bike). Urbano 1.0 tahun 2009 di Jambi, Urbano 3.0 tahun 2015 di Semarang dan Urbano 1.0 tahun 2013 di Yogyakarta. Jadi jelas motiv saya dalam memilih alat transportasi jarak pendek yang kompak, simpel dan portabel. 

Comments

  1. Sepeda lipat juga kuat untuk Turing loh om. Cita-cita saya mau punya satu..nabung dulu ah

    ReplyDelete
  2. Saya tdk begitu suka turing. Ga kuat hehehe. Sepeda2 saya itu dibeli utk digunakan sbg alat transportasi jarak pendek, misal ke masjid atau belanja di toko kelontong.
    Tahun 2009 saya bersepeda ke kantor hampir tiap hari (20 km pp). Cuma bertahan 3 bulan, terus berhenti karena kena cacar air. Kata istri, virus itu nyerang ketika daya tahan tubuh drop (kecapean).
    Okelah sdh mulai tdk muda lagi. B2W nya stop, tp tetep suka naik sepeda, terutama seli, ke sekitar rumah.
    Semoga tercapai cita2 anda bro buat beli seli.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Nasyid SWARA BHUMI STPN Yogyakarta: sebuah catatan perjalanan

Background Alhamdulillah wa sholaatu ala Rasulillah Berawal di penghujung tahun 2013, ketika saya memulai jalan panjang di program S-3 Ilmu Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi UGM. Muncul gagasan-gagasan yang berkesinambungan dengan obrolan via telepon dengan Pak Mardianto (STPN 1998) dan Pak Jusvan (STPN 1998). Gagasan untuk re-mastering lagu-lagu nasyid Swara Bhumi. Langkah awal mesti diambil. Inventarisasi rekaman analog yang tersisa dari perjalanan sejarah SWAMI (1999 sd 2002) merupakan langkah awal yang baik. Setelah dodos-dodos (apa ya bahasa Indonesianya), ditemukanlah 2 kaset. Berbekal 2 kaset kompilasi SWAMI itu, yang merekam peristiwa-peristiwa: rekaman di Radio Arma 11, Live Performance di Brebes dan rekaman di Studio Retjo Buntung (album kolaborasi Swami, Justice Voice dan ust Fauzil Adhim: Agar Cinta Bersemi Indah “ACBI”), dimulailah proyek digitalisasi lagu-lagu SWAMI. Bersyukur, gayung bersambut. Pak Trisno (STPN 1998) dan Pak Sugiyanto (STPN 1998) berkenan menja...

Perjalanan Master Tesis

Memang tidak mudah menyusun karya tulis. Apalagi selevel tesis, yang menurut beberapa opini yang saya dengar, inilah level belajar meneliti. Kemarin dulu di level skripsi, belajar menulis. Nah yang bener-bener menulis dan meneliti ya nanti di level disertasi. Saya tidak hendak mengeluh. Saya hendak bercerita. Simak.

Pilpres 2014 dan 2019: perspektif metaforik

Pilpres 2014, bagi saya, adalah pengalaman sejarah negara yang ajaib dalam perspektif pribadi saya. Bagaimana tidak, nama lengkap saya dalam 2 kata terakhirnya mirip dengan nama Pak Joko Widodo (Jkw). Nama lengkap saya FCM Djoko Widodo. Asli, ini tidak ngarang. Itu satu fakta. Fakta lainnya, saya lahir di tanggal dan bulan yang sama dengan Pak Prabowo Subianto (PS). Sejak tahu fakta itu, saya jadi tertarik dengan rekam jejak PS. Saya mulai intens mengikuti perjalanan hidupnya yang ditulis dalam berbagai artikel media massa dan buku-buku biografi tokoh-tokoh penting. Ketika PS intens beriklan, jauh sebelum pilpres 2014, saya heran. Orang ini narsistik atau jenius? Apa maksudnya? Kemanakah arus hendak dia arahkan? Kembali ke Pilpres 2014. Tahun 2014 menjelang pilpres saya termenung-menung, milih yang mana ya? Ketika akhirnya menentukan pilihan, saya masih juga termangu. Kegalauan ini seolah menjelma dalam skala yang lebih luas dengan terbelahnya masyarakat dalam pilpres 2014 lalu. Ya. Te...