Antri loket pendaftaran 2 jam. Antri loket poli 1 jam. Antri loket farmasi 1,5 jam. Saya kira ckp membuat orang yg baru sembuh bs jd sakit lagi. 😀
Dari pengamatan sekilas, ada semacam overload kapasitas pelayanan di satu titik bergantian. Bottle neck berulang di setiap alurnya; jam 7 sd 9, pasien membludak di loket pendaftaran, jam 9 sd 11, kerumunan berpindah ke loket poli spesialis, akhirnya jam 11 sd 13 kerumunan berjubel di loket farmasi.
Rentang waktu yg dibutuhkan pasien utk mendapat layanan tuntas adalah antara 2 sd 6 jam. Dengan rerata 4 jam, bisa dibilang ckp berat bg pasien yg br sembuh utk antri mendapat pemeriksaan sampai dgn mendapat obat.
Untungnya bapakku (M Fuad Amrullah) sdh kenyang dgn siksaan prosedur birokrasi model begini seumur hidupnya. Bhkn mgkn malah antri berlama2 sdh berubah jd hobinya.
Hobi membaca, surat menyurat dan antri. Bapakku..
Kini Bapakku telah 65 thn. Makin akrab dgn RS Tugu krn tiap bulan kontrol dan ambil obat (darah tinggi dan diabetes).
RS Tugu pun kini makin berbenah. Byk org2 tua seperti Bapakku yg rutin kontrol, mendorong manajemen berinovasi utk peningkatan kemudahan dan kenyamanan pelayanan. Salah satu inovasinya adalah booking antrian via sms.

Loket pendaftaran rawat jalan, 7 loket, Great job!
Jadi kita ckp sms dr rumah, boking buka jam 05.00, nanti dpt sms balik yg berisi ancer2 wkt kita akan dilayani..
Ini contohnya:
"20/02/16.Terimakasih anda mendapat no antri 2351 perkiraan dilayani jam 10:40. harap dtg sebelumnya. Datang max jam 11:00". Sudah saya coba tadi pagi, 5 mnt doang antri di loket pendaftaran.
Terima kasih RS Tugurejo. Tetap sehat Bapak...
Catatan pribadi, 28 Nov 2014 dan 20 Feb 2016.
UPDATE
No antri sms: +628112611611 atau +628112665665
Format sms: antritugu#5 (utk poli syaraf)
Kode nomor: 1. Penyakit Dalam, 2. Penyakit Dalam (paru, vct), 3. Anak, Tumbuh Kembang dan Obgyn, 4. Bedah Umum-Syaraf-Digestif, Onkologi & Orthopedi, 5. Syaraf, Psikiatri & Mata, 6. Kulit, THT, Gizi, Gigi & Psikologi, 7. Hemodialisa, Kemoterapi, Rehab Medik, Difabel, Geriartri & Resiko Jatuh.
Comments
Post a Comment