Skip to main content

Road to Germany 2006 (2)

Gerimis mengiringi bus bandara membelah Jakarta menuju Cengkareng. Hmmm…Jakarta sedang muram (siapa yang menyangka muram ini sebuah pertanda kejadian besar tengah mengintip, ya...beberapa hari kemudian Jakarta lumpuh karena banjir besar). ....(bag 1)

Rabu sore sekitar jam 17.30 sampe di Jogja (tanggal 31 Januari 2007). Menuju kos Kwarasan. Handphone mati sejak di pesawat. Batere habis dan charger ketinggalan di Semarang. Sempat beli charger kodok di Jakarta. Bener-bener nyebelin charger kodok ini, untuk bisa merecharge, batere ponsel mesti dilepas dari handphone. Gak ada pilihan lain sih.

Kamis pagi jam 06.00 Kapusdiklat menelpon. Marah. Karena semalaman mencoba menelpon handphone saya tidak berhasil. Iya lha wong lagi dicharge dengan charge universal aneh itu. Setelah agak reda marahnya beliau menyampaikan instruksi berkenaan dengan urusan saya.

Instruksinya adalah saya mesti membuat surat ke Sestama (Sekretaris Utama BPN-RI), yang intinya menceritakan kronologi dan sekaligus meminta arahan bagaimana langkah selanjutnya.

Saat itu juga saya ketik draft surat tersebut dengan komputer Kainda, STPN 1995. Surat kelar langsung saya fax ke BPN Pusat dan Pusdiklat. Urusan ngefax ke BPN Pusat itu saya banyak dibantu Hatta Firmansyah (STPN 2000). Saat itu dia mengemban tugas sebagai ajudan Sestama (catatan kecil : biaya transport kemarin plus urusan ngefax menghabiskan dana tidak kurang dari 600 ribu rupiah! Wew, bakal banyak prihatin bulan ini!).

Malam Jumat. Menunggu. Jam 21.00 menelpon Kapusdiklat. Belum ada keputusan. Dijanjikan besok bakda sholat Jumat. Oke.

Dan, saudara-saudara, believe it or not, di masa-masa injury time itu, Jumat tanggal 2 Februari 2007, Jakarta dilanda banjir besar !!!

Kegiatan seluruh kota Jakarta lumpuh total!


Banjir besar Jakarta tahun 2007 (sumber: arsip gambar Google)


Kapusdiklat yang waktu itu saya telpon, tidak masuk kantor, beliau sedang sangat sibuk menolong keluarganya yang juga kebanjiran di Ciputat. Ini di luar kesanggupan manusia, Mas.

Jadi rencana lobi ke BPN-1 gagal! Dalam hati saya masygul. Agak cemas, karena kemaren sudah terlanjur mengirim konfirmasi keberangkatan. Apa kira-kira konsekuensinya? Apa yang bakal terjadi? Sewot. Marah. Bingung.

Like A Stone-nya Audio Slave meraung. Saya datar. Tidak mengerti. Padahal pertanda alam jelas tergelar di depan mata. Semestinya saya sejuk. Membaca alam. Tunduk.

Sekilas terbayang pergumulan kemarin: waktu konfirmasi yang mepet, email konfirmasi yang terlanjur melayang ke Bonn dan kemudian Jakarta lumpuh hampir dua minggu karena banjir. Alam telah memberi tanda. Jerman mesti menunggu.
Hmmm…man proposes, God disposes…

Alhamdulillah ala kulli hal.

Catatan akhir Bagian 2: Kira-kira bulan Maret atau April, Kapusdiklat memberi kabar bahwa disposisi dari BPN-1 kosong. Artinya BPN-1 menyerahkan kepada Sestama urusan saya ini. Dan keputusan Sestama adalah saya tetap di UGM. Great!!

Bagian 3 (tamat)

Comments

Popular posts from this blog

Nasyid SWARA BHUMI STPN Yogyakarta: sebuah catatan perjalanan

Background Alhamdulillah wa sholaatu ala Rasulillah Berawal di penghujung tahun 2013, ketika saya memulai jalan panjang di program S-3 Ilmu Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi UGM. Muncul gagasan-gagasan yang berkesinambungan dengan obrolan via telepon dengan Pak Mardianto (STPN 1998) dan Pak Jusvan (STPN 1998). Gagasan untuk re-mastering lagu-lagu nasyid Swara Bhumi. Langkah awal mesti diambil. Inventarisasi rekaman analog yang tersisa dari perjalanan sejarah SWAMI (1999 sd 2002) merupakan langkah awal yang baik. Setelah dodos-dodos (apa ya bahasa Indonesianya), ditemukanlah 2 kaset. Berbekal 2 kaset kompilasi SWAMI itu, yang merekam peristiwa-peristiwa: rekaman di Radio Arma 11, Live Performance di Brebes dan rekaman di Studio Retjo Buntung (album kolaborasi Swami, Justice Voice dan ust Fauzil Adhim: Agar Cinta Bersemi Indah “ACBI”), dimulailah proyek digitalisasi lagu-lagu SWAMI. Bersyukur, gayung bersambut. Pak Trisno (STPN 1998) dan Pak Sugiyanto (STPN 1998) berkenan menja...

Don't Become a Scientist!

Apakah Anda berpikir untuk menjadi seorang ilmuwan? Apakah Anda ingin mengungkap misteri alam, melakukan eksperimen atau melakukan perhitungan untuk mempelajari cara kerja dunia? Lupakan! Sains itu menyenangkan dan mengasyikkan. Sensasi penemuan itu unik. Jika Anda cerdas, ambisius dan pekerja keras, Anda harus mengambil jurusan sains sebagai sarjana. Tapi cukup segitu saja. Setelah lulus, Anda harus berurusan dengan dunia nyata. Itu berarti Anda tidak perlu mempertimbangkan untuk lulus sekolah dalam sains. Sebaliknya, lakukan sesuatu yang lain: sekolah kedokteran, sekolah hukum, komputer atau teknik, atau sesuatu yang menarik bagi Anda. Mengapa saya (seorang profesor fisika) mencoba untuk mencegah Anda dari mengikuti jalur karier yang berhasil bagi saya? Karena zaman telah berubah (saya menerima gelar Ph.D saya pada tahun 1973, dan resmi jadi ilmuwan tahun 1976). Ilmu pengetahuan Amerika tidak lagi menawarkan jalur karier yang masuk akal. Jika Anda lulus sekolah sains, itu ber...

Kenali Tanda-tanda Orang Yang Disejahterakan Allah

"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya" (QS 39:73) Sungguh bahagia orang yang taqwa kepada Tuhannya. Dia akan selalu berada dalam kebaikan. Melalui tanda-tandanya, kamu dapat mengenalinya. - Dimanapun dia berada, kesucian selalu memancar di wajahnya, kedamaian selalu merambah kepada orang-orang di sekitarnya, kedermawanannya selalu mengalahkan kebutuhannya. - Dia tidak disusahkan dengan berkurangnya harta benda dan akalnya selalu berada di atas nafsunya. - Dengan kata-kata, dia selalu menebar keselamatan kepada siapa saja, yang dikenalnya atau tidak. Maka bila kamu ingin dikelompokkan ke dalam golongan orang-orang yang berbahagia tersebut, hendaklah kamu tidak pernah merasa letih untuk men...