Skip to main content

Babaran

Bojone Turkan mbobhot guedhe, wis kari ngitung dino.
Jare konco-koncone, onok dukun sekti jenenge Wak So sing isok mindahno lorone wong ngelairno seko ibuke ndhik bapake jabang bayi. Mergo kepingin nyenengno bojo, Turkan manut opo jare konco-koncone.

Pas wis wayahe, Turkan ngeterno bojone ndhik nggone Wak So. Karo Wak So, Turkan ditakoni kiro-kiro sak piro kuate nanggung lorone wong babaran. Gawe permulaan Turkan njaluk seprapat dhisik. Ambek Wak So, Turkan sikile dicancang tali rapia terus dikongkon cekelan amben sing kuat, soale masio mek seprapat, lorone wis gak ketulungan.

Mari moco aji-aji, Wak So mulai mindahno lorone bojone Turkan sing wis tambah mules. Tibake Turkan menter gak bengok-bengok blas. Wak So bingung, cik kuate arek iki. Malah Turkan njaluk ditambah maneh lorone. Ambek Wak So dipindahno maneh lorone sampek separo. Tibake Turkan tetep menter gak keroso loro blas. Mergo sik keroso kuat, Turkan njaluk ditambah maneh lorone sampek telung prapat.
Masio bingung Wak So tetep nuruti panjaluke Turkan iku. Tibake Turkan sik pancet menter, cumak rodhok pucet sitik.

Jarene Turkan, “Wis Wak So, lorone kekno aku kabeh ae, cik bojoku gak usah ngerasakno loro blas”. Mari ambekan dhowo, Wak So ngepolno tenogone gawe mindahno lorone ndhik Turkan kabeh. Gak suwi ngono bayeke langsung lahir. Bojone Turkan ketok seger mergo gak loro blas, bayeke yo seger, Turkan yo sik isok mesam-mesem. Ambek Wak So, Turkan disalami, “Hebat awakmu nak”.

Gak suwi Turkan sak keluarga pamitan mulih. Bareng katene mlebu mobile, supire Turkan digugah mueneng ae, tibake wis mati …..

Comments

Popular posts from this blog

Nasyid SWARA BHUMI STPN Yogyakarta: sebuah catatan perjalanan

Background Alhamdulillah wa sholaatu ala Rasulillah Berawal di penghujung tahun 2013, ketika saya memulai jalan panjang di program S-3 Ilmu Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi UGM. Muncul gagasan-gagasan yang berkesinambungan dengan obrolan via telepon dengan Pak Mardianto (STPN 1998) dan Pak Jusvan (STPN 1998). Gagasan untuk re-mastering lagu-lagu nasyid Swara Bhumi. Langkah awal mesti diambil. Inventarisasi rekaman analog yang tersisa dari perjalanan sejarah SWAMI (1999 sd 2002) merupakan langkah awal yang baik. Setelah dodos-dodos (apa ya bahasa Indonesianya), ditemukanlah 2 kaset. Berbekal 2 kaset kompilasi SWAMI itu, yang merekam peristiwa-peristiwa: rekaman di Radio Arma 11, Live Performance di Brebes dan rekaman di Studio Retjo Buntung (album kolaborasi Swami, Justice Voice dan ust Fauzil Adhim: Agar Cinta Bersemi Indah “ACBI”), dimulailah proyek digitalisasi lagu-lagu SWAMI. Bersyukur, gayung bersambut. Pak Trisno (STPN 1998) dan Pak Sugiyanto (STPN 1998) berkenan menja...

Perjalanan Master Tesis

Memang tidak mudah menyusun karya tulis. Apalagi selevel tesis, yang menurut beberapa opini yang saya dengar, inilah level belajar meneliti. Kemarin dulu di level skripsi, belajar menulis. Nah yang bener-bener menulis dan meneliti ya nanti di level disertasi. Saya tidak hendak mengeluh. Saya hendak bercerita. Simak.

Kenali Tanda-tanda Orang Yang Disejahterakan Allah

"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya" (QS 39:73) Sungguh bahagia orang yang taqwa kepada Tuhannya. Dia akan selalu berada dalam kebaikan. Melalui tanda-tandanya, kamu dapat mengenalinya. - Dimanapun dia berada, kesucian selalu memancar di wajahnya, kedamaian selalu merambah kepada orang-orang di sekitarnya, kedermawanannya selalu mengalahkan kebutuhannya. - Dia tidak disusahkan dengan berkurangnya harta benda dan akalnya selalu berada di atas nafsunya. - Dengan kata-kata, dia selalu menebar keselamatan kepada siapa saja, yang dikenalnya atau tidak. Maka bila kamu ingin dikelompokkan ke dalam golongan orang-orang yang berbahagia tersebut, hendaklah kamu tidak pernah merasa letih untuk men...