Skip to main content

Posts

Sambel Goreng Rambak

Prolog Sambel goreng rambak (SGR) adalah masakan warisan budaya Jawa. Sering ditemui di berbagai penjual bubur pagi yang biasa membuka lapaknya di rumah masing-masing atau di sekitar tempat tinggalnya. Bukan tukang bubur yang dorong gerobak atau kaki lima. SGR cocok dimakan dengan nasi, lontong maupun bubur atau ketupat. Semakin hari dipanasi semakin sedap rasannya. Tambahan udang dan telur (puyuh) rebus akan semakin menambah mantap rasanya. Beberapa model dan variasi SGR bisa ditemui di berbagai pelosok Jawa. Warna kuah, kekentalan, sampai level pedas bisa disesuaikan selera masing-masing. Dan yang terpenting murah namun nikmat.. Berikut dijelaskan bahan, bumbu dan cara memasaknya: Bahan 1. Kulit sapi / rambak / cecek = 1/2 ons 2. Tahu pong 20 biji 3. Udang ukuran sedang 2 ons (kupas kulit) 4. Santan kelapa 1/2 butir tidak kupas kulit tipis coklatnya (diperas dengan 4 gelas air, air pertama hangat) Bumbu 1. Cabe rawit merah (setan) 20 biji (5 biji bulat) 2. Jahe dan kunyit 1 ruas 3. D...

7 Dosa Besar Masyarakat

1. Politik tanpa prinsip. 2. Kaya tanpa bekerja. 3. Bahagia tanpa nurani. 4. Pengetahuan tanpa adab. 5. Berdagang tanpa moral. 6. Ilmu tanpa kemanusiaan. 7. Ibadah tanpa pengorbanan. Jurnal " Young India " Vol. 33, 25 September 1925 - 10 Februari 1926 " Seven social sins: politics without principles, wealth without work, pleasure without conscience, knowledge without character, commerce without morality, science without humanity, and worship without sacrifice". Artikel di bawah ini mengingatkan saya tentang ucapan Mahatma Gandhi di atas tentang dosa besar dalam kehidupan masyarakat yang mengacaukan tatanan norma peradaban manusia. Agresif marketing, iklan menyesatkan, janji kosong peserta pemilihan umum, korupsi, investasi bodong, dll merupakan fenomena yang menguatkan sinyalemen Gandhi tentang berbahayanya 7 dosa besar. Inilah artikelnya:

Adab Berterima kasih

فصل من لم يشكر الناس لا يشكر الله عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعا { لا يشكر الله من لا يشكر الناس } إسناد صحيح رواه أحمد وأبو داود والترمذي قال في النهاية : معناه أن الله تعالى لا يقبل شكر العبد على إحسانه إليه إذا كان العبد لا يشكر إحسان الناس ويكفر أمرهم ; لاتصال أحد الأمرين بالآخر ، وقيل معناه Barangsiapa yang tidak berterima kasih atas kebaikan manusia, maka dia sedang tidak bersyukur kepada Allah (HR. Ahmad, Abu Dawud &  Tirmidzi) Dadi nek ana wong sing nulung kita, kui pd dasar@ kan dheknen iku sdg nyalurke ni'mat Allah kpd kita, lha nek dewe sing dtulung ora matur nuwun karo wonge kui lak brarti kufur karo ni'mat Allah (Subarkah Imam Hanafi, 2012)