Skip to main content

7 Dosa Besar Masyarakat

1. Politik tanpa prinsip.


2. Kaya tanpa bekerja.

3. Bahagia tanpa nurani.

4. Pengetahuan tanpa adab.

5. Berdagang tanpa moral.

6. Ilmu tanpa kemanusiaan.

7. Ibadah tanpa pengorbanan.



Jurnal "Young India" Vol. 33, 25 September 1925 - 10 Februari 1926 "Seven social sins: politics without principles, wealth without work, pleasure without conscience, knowledge without character, commerce without morality, science without humanity, and worship without sacrifice".



Artikel di bawah ini mengingatkan saya tentang ucapan Mahatma Gandhi di atas tentang dosa besar dalam kehidupan masyarakat yang mengacaukan tatanan norma peradaban manusia. Agresif marketing, iklan menyesatkan, janji kosong peserta pemilihan umum, korupsi, investasi bodong, dll merupakan fenomena yang menguatkan sinyalemen Gandhi tentang berbahayanya 7 dosa besar.



Inilah artikelnya:


-------



Membongkar Pembodohan “Beli Property Tanpa Modal Tanpa Utang”


Sumber: Kompas.com (dengan revisi seperlunya terkait identitas)


18 July 2013 | 13:14


Apakah anda salah satu orang yang percaya bisa beli property tanpa modal dan tanpa hutang? Saya bukannya tidak percaya, tapi sekedar penasaran. Banyak buku dan seminar yang membahas strategi bagaimana cara bisa memiliki property tanpa uang, tanpa modal dan tanpa utang ke bank. Karena rasa penasaran itulah, sewaktu ada acara seminar property oleh Mr.X, saya ingin ikut. Tapi, lha kok ujung-ujungnya disuruh bayar 3 juta? Mungkin, bagi sebagian orang, uang 3 juta tidak seberapa, tapi bagi saya itu jumlah yang lumayan banyak. Daripada habis untuk satu kali seminar, yang belum tentu isinya nanti bermanfaat dan bisa saya terapkan, lebih baik saya batalkan niat saya ikut seminar.


Pilihan kemudian jatuh untuk membeli buku karangan MR. X. Sama juga dengan harga seminarnya, harga buku MR. X tergolong lumayan mahal, 150 ribu untuk buku motivasi dan strategi “beli property tanpa modal tanpa utang”. Sebelum beli bukunya, saya ingin mencari tahu lebih dulu, review dari buku tersebut. Sukurlah, setelah gugling kesana kemari, ada beberapa testimoni yang mengatakan kecewa pada isi buku tersebut. Bukannya berisi strategi penuh, isi buku sebagian besar didominasi testimonial (entah beneran atau hanya karangan) serta berbagai alasan yang mengajak pembaca untuk mengikuti seminarnya, dimana disana dijanjikan bakal diberi jurus-jurus sakti yang tidak terungkap dalam bukunya. Batal pula niat beli bukunya.


Tak putus asa, langkah terakhir saya adalah bertanya pada sang dewa Google. Apa benar ada cara untuk “beli property tanpa modal tanpa utang? Yang disajikan pertama oleh dewa gugel hanya berbagai blog yang isinya memuji kejeniusan MR. X, serta beragam blog lain yang bertestimoni setelah mengikuti seminar MR. X. Sampai halaman ke 5 mesin pencari gugel, akhirnya saya dapatkan informasi yang berharga dari sebuah forum.


Informasi tersebut mengabarkan, bahwa apa yang disajikan dalam seminar-seminar property, secara teori memang bisa, dan tidak ada salahnya. Tapi, secara praktek dan realistisnya, akan sangat sulit. Sebagai contoh: dalam seminar MR. X, diajukan teori membeli (memiliki) property tanpa modal tanpa utang, dengan cara “media spot/advertising spot”. Teori ini mengatakan, milikilah property dengan cara menawarkan pada perusahaan media untuk memasang titik iklan di lahan/area yang kita incar/kita inginkan. Ilustrasinya sebagai berikut:




  1. Sebutlah ada properti A, berupa bangunan ruko 4 lantai, di daerah yang sangat strategis, ukuran tanah: 100m2, ukuran bangunan 400m2.

  2. Ruko A ini dijual dengan harga katakanlah 5M.

  3. Anda segera mencari info dan menawarkan perusahaan advertising yang mau pasang iklan billboard besar di depan ruko (nempel di dinding depan ruko).Katakanlah anda berhasil mendapat kontrak dari firma advertising, pasang billboard di ruko A selama 20 tahun, nilai per tahun 200jt.

  4. Anda menyewakan lantai 1 ruko untuk supermarket (minimart) nilai sewa 10 tahun seharga 80 juta per tahun.

  5. Anda menyewakan lantai 2-4 untuk perkantoran. Masing-masing nilai sewanya 30 juta per tahun, selama masa kontrak 5 tahun juga misalnya.


Setelah dapat dan bisa terealisasi, mari dihitung pendapatannya:


Penghasilan dari billboard: 200 juta x 20 tahun = 4 Milyar


Sewa lantai 1 : 80 juta x 10 tahun = 800 juta


Sewa lantai 2,3&4 : 3 x 30 juta x 5 tahun = 450 juta


Total pendapatan: Rp. 5.250.000.000


Ingat, harga ruko tadi 5 milyar. Jadi intinya anda dapat ruko itu gratis kan? Malah masih ada sisa 250 juta (dengan mengabaikan biaya notaris, jual beli, renovasi, dll).


Logis? Sangat logis! Tapi, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:




  1. Yang jual ruko itu harus bener-benar bodoh. Dia tidak punya ide sama sekali mengenai potensi rukonya sendiri.

  2. Anda harus mendapat firma advertising yang bodoh juga. Kenapa mau bayar mahal billboard kalo dia bisa beli ruko itu sendiri dengan selisih harga yang tipis.

  3. Anda harus mampu menemukan 3 perusahaan yang relatif bodoh pula, mau sewa 1 lantai kantor dengan harga yang relatif tidak murah.

  4. Anda harus sangat-sangat beruntung, lebih cepat dari pesaing-pesaing lain yang menemukan potensi dari ruko ini.


Lantas, bagaimana dengan kemungkinan dari syarat dan ketentuan ini?


kemungkinan a: 1:100.000


kemungkinan b: 1:10.000


kemungkinan c: 1:1.000


kemungkinan d: 1:1.000


kita total semuanya: 1:1.000.000.000.000.000 !!!


Ok lah anda tidak perlu point b dan c, jadi cukup laku sewa billboardnya saja:


Tetap saja kemungkinannya: 1:100.000.000 !!!


Teori lain dalam seminar property mengatakan, untuk bisa memiliki rumah tanpa modal tanpa utang, bertindaklah sebagai agen property dulu, dengan cara-cara seperti berikut:


Langkah pertama


Jika ada rumah dijual, kepada PENJUAL RUMAH usahakan anda bisa mendapatkan fotokopi sertifikat minimum, ulur tanda jadi dan DP dengan alasan “butuh waktu untuk kumpulin DP” . Buatkan komitmen di atas surat bahwa kita sudah setuju membeli property nya dengan harga XXX.


Langkah kedua


Iklankan rumah tersebut sebisa mungkin. Naikkan harga rumah semaksimal mungkin pula (tapi ingat, harga harus sesuai dengan kondisi). Dalam iklan tersebut, tawarkan apa saja dengan kata-kata yang menarik dan bombastis. Misal, passive income dari sewa, harga naik sebelum lebaran, dll dll.. sampai ada yang setuju dengan harga lebih tinggi yang kita ajukan. DP atau KPR hasil dari PEMBELI kita oper ke PENJUAL (bukan DP ato KPR uang kita, ini maksudnya)


Langkah ketiga


Pakailah jasa notaris, biar mulus. Dengan perjanjian seperti, PEMBELI RUMAH bayar ke kita lalu kita bayar ke PENJUAL, atau PEMBELI bayar ke PENJUAL, lalu ada perjanjian ‘kelebihan KPR’ transfer ke kita.


Mudah bukan? Sekali lagi, secara teori. Tapi, dalam kenyataan, anda akan menemui syarat-syarat dan ketentuan seperti berikut:


Syarat pertama


PENJUAL RUMAH harus bodoh dan mudah ditipu. Jaman gini siapa yang mau begitu saja menyerahkan fotokopi sertifikat? Kecuali si Penjual Rumah itu orang yang sudah anda kenal baik, misal kerabat, sahabat atau rekan kerja yang bisa anda yakinkan bahwa anda serius ingin membeli atau mencarikan orang (jasa makelar) yang ingin membeli rumah.


Syarat kedua


PEMBELI RUMAH juga harus bodoh dan mudah ditipu. Jika bisa membeli langsung pada si pemilik rumah dengan harga lebih murah, mengapa harus membeli lewat perantara dengan harga lebih mahal? Kecuali kalau perantara tersebut memang berasal dari pihak penjual, dimana si perantara mendapat komisi dari penjual rumah.


Jadi, pada intinya tak ada yang bisa membeli property tanpa modal tanpa uang. Lantas, mengapa seminar-seminar semacam itu kian marak? Hal ini tak lepas dari jelinya pembicara seminar yang melihat potensi bisnis bidang property yang semakin menjamur. Serta kondisi psikologis sebagian besar masyarakat Indonesia, yang lebih mudah tergiur dengan setiap kemudahan. Lagipula, siapa sih yang tak mau dan tak ingin memiliki property? Apalagi dengan embel-embel “tanpa modal tanpa utang”.


Sampai saat ini pun, masih ada satu pertanyaan yang mengganjal di benak saya. Jika memang pembicara seminar itu berhasil dengan cara dan strateginya sendiri, lantas mengapa dia tidak masuk saja dalam bisnis property? Kalau memang jurus-jurusnya manjur dan sangat sakti, bsudah berapa banyak property yang dia miliki? Apakah dia sudah sehebat Ciputra atau James Riadi? Mengapa malah sibuk mengisi seminar kesana kemari?


Kesimpulan terakhir,




  1. Pembicara seminar property sepertinya membeli property memang dengan uang orang-orang yang ikut seminar. Jadi bukan dengan uangnya sendiri secara langsung.

  2. Sebagian besar teori memang sengaja dibuat masuk akal, tapi sulit menemukan keadaan seperti yang dijabarkan bila dipraktekkan di dunia nyata.

  3. Pembicara juga tahu yang berhasil pasti cuma di angka 1-5%, karena itu ada kelas tambahan yang pasti harus bayar lagii. Dan itu bukan support tapi ‘teknik menyedot uang’ yang diperhalus kata-katanya.

  4. Pembicara juga tahu pasti banyak juga yang tidak akan mempraktekkannya. Jadi mereka takut ada yang komplain soal tehniknya. Kalaupun ada yang mengatakan sudah praktek dan tidak berhasil, pembicara selalu bisa berkelit dengan mengatakan “kurang fokus, kurang kerja keras, anda kurang beruntung, coba sekali lagi, dll”. Selain itu, diawal seminar, pembicara sudah langsung menakut-nakuti peserta dengan berbagai tuntutan hukum bila menyebarkan ilmu dari seminar tersebut.

  5. Teori-teori yang dijelaskan itu semua gratisan, yang tidak gratis adalah ilmu orang-orang yang ‘benar-benar berhasil’ dan itu tidak akan pernah dijual. Pernahkah anda menjumpai pendiri J&Co berbagi resep roti? Pernahkah anda mendengar Ciputra atau James Riady berbagi cara bagaimana melonjakkan bisnis propertinya?

  6. Ini nyata, sebagian besar ilmu yang dibagikan cuma terjemahan versi bahasa asing karena rata-rata orang kita itu hanya sekedar ‘penerjemah’ bukan penemu.

  7. Bukti-bukti dan semua testimonial itu semua bisa dibuat (gampang lagi buatnya), bahkan bukti ‘nyata’ semisal ‘ini rumah yang saya caplok’ pun bisa dibuat.


Tapi, meski ada begitu banyak pembodohan dari seminar property ini, ada satu hal yang saya kagumi dari MR. X. Yakni kemampuannya menciptakan tagline untuk pemasaran seminarnya: “BELI PROPERTY TANPA UANG TANPA UTANG”.


 



Comments

Popular posts from this blog

Nasyid SWARA BHUMI STPN Yogyakarta: sebuah catatan perjalanan

Background Alhamdulillah wa sholaatu ala Rasulillah Berawal di penghujung tahun 2013, ketika saya memulai jalan panjang di program S-3 Ilmu Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi UGM. Muncul gagasan-gagasan yang berkesinambungan dengan obrolan via telepon dengan Pak Mardianto (STPN 1998) dan Pak Jusvan (STPN 1998). Gagasan untuk re-mastering lagu-lagu nasyid Swara Bhumi. Langkah awal mesti diambil. Inventarisasi rekaman analog yang tersisa dari perjalanan sejarah SWAMI (1999 sd 2002) merupakan langkah awal yang baik. Setelah dodos-dodos (apa ya bahasa Indonesianya), ditemukanlah 2 kaset. Berbekal 2 kaset kompilasi SWAMI itu, yang merekam peristiwa-peristiwa: rekaman di Radio Arma 11, Live Performance di Brebes dan rekaman di Studio Retjo Buntung (album kolaborasi Swami, Justice Voice dan ust Fauzil Adhim: Agar Cinta Bersemi Indah “ACBI”), dimulailah proyek digitalisasi lagu-lagu SWAMI. Bersyukur, gayung bersambut. Pak Trisno (STPN 1998) dan Pak Sugiyanto (STPN 1998) berkenan menja...

Don't Become a Scientist!

Apakah Anda berpikir untuk menjadi seorang ilmuwan? Apakah Anda ingin mengungkap misteri alam, melakukan eksperimen atau melakukan perhitungan untuk mempelajari cara kerja dunia? Lupakan! Sains itu menyenangkan dan mengasyikkan. Sensasi penemuan itu unik. Jika Anda cerdas, ambisius dan pekerja keras, Anda harus mengambil jurusan sains sebagai sarjana. Tapi cukup segitu saja. Setelah lulus, Anda harus berurusan dengan dunia nyata. Itu berarti Anda tidak perlu mempertimbangkan untuk lulus sekolah dalam sains. Sebaliknya, lakukan sesuatu yang lain: sekolah kedokteran, sekolah hukum, komputer atau teknik, atau sesuatu yang menarik bagi Anda. Mengapa saya (seorang profesor fisika) mencoba untuk mencegah Anda dari mengikuti jalur karier yang berhasil bagi saya? Karena zaman telah berubah (saya menerima gelar Ph.D saya pada tahun 1973, dan resmi jadi ilmuwan tahun 1976). Ilmu pengetahuan Amerika tidak lagi menawarkan jalur karier yang masuk akal. Jika Anda lulus sekolah sains, itu ber...

Kenali Tanda-tanda Orang Yang Disejahterakan Allah

"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya" (QS 39:73) Sungguh bahagia orang yang taqwa kepada Tuhannya. Dia akan selalu berada dalam kebaikan. Melalui tanda-tandanya, kamu dapat mengenalinya. - Dimanapun dia berada, kesucian selalu memancar di wajahnya, kedamaian selalu merambah kepada orang-orang di sekitarnya, kedermawanannya selalu mengalahkan kebutuhannya. - Dia tidak disusahkan dengan berkurangnya harta benda dan akalnya selalu berada di atas nafsunya. - Dengan kata-kata, dia selalu menebar keselamatan kepada siapa saja, yang dikenalnya atau tidak. Maka bila kamu ingin dikelompokkan ke dalam golongan orang-orang yang berbahagia tersebut, hendaklah kamu tidak pernah merasa letih untuk men...