Skip to main content

Posts

Jurusan seni sastra perpetaan

19-01-2000 Hari Senin kemarin, tanggal 17, saya balik ke Yogya setelah 3 minggu (!!!) aman tentram di rumah (libur abis lebaran). Yang luar biasa dan ajaib adalah : saya datang ke asrama jam 09.00 dan jam11.00 hari itu juga ujian semsteran dimulai. Ujian pertama Pengantar Administrasi Peratanah. Dan saya belum tahu jadwalnya atau lebih tepatnya ngga tahu sama sekali kalo hari ini sementeran dimulai (waktu itu saya cuman ketawa-tawa aja, sekarang kalo inget ngeri bukan main, koq bisa gitu ya?). Perhitungan saya kan begini, biasanya kan ada persiapan adminitrasi dulu sebelum semendteran dimulai.yaaahhh..perhitungan saya salah besar. Abis liburan langsung di mulai semesteran. Akhirnya saya ikut ujian tanpa persiapan babar blas . Semoga Allah menberi ampun dan jalan yang terang bagi jiwa yang tersesat ini.Amin. Hari itu kalo dibilang panik sih iyya, gimana tidak panik semestran temen-temen yang lain udah pada startsejak beberapa hari yang lalu saya malah baru akan nyari di mana catatan say...

Kado 14

Hari ini, Jumat (ulang tahun Laily), sekitar jam setengah lima sore, aku mangkir dari acara PBB alasannya sakit ( O iyya , belum aku ceritain ya kalo aku kuliah lagi, terhitung mulai Agustus 1999 ini aku jadi mahasiswa STPN, ceritanya sambil jalan aja ya..). katanya sih sakit tapi kenyataannya saat ini aku tengah nongkrong di teras kamarku yang dilantai dua (Iic/13), menghadap ke pemandangan bebas. Jalan Titi Bumi di hadapanku. Ada sekitar 15-an rumah dalam jangkauan pandangku dan dua petak kecil sawah. Sepetak lagi tegalan bekas sawah yang ditanami kacang-kacangan. Angin cukup semilir (sebetulnya angin tidak baik untuk kesehatanku saat ini), badan agak mendingan segernya setelah kelar ari mencuci dan mandi. (Saya ringkas saja ya sekitar keberangkatan saya ke STPN..) Saya berangkat tanggal 7 Agustus 1999. Malam sebelum keberangkatan saya adain sedikit acara perpisahan kecil-kecilan dengan temen-temen IKARI. Beberapa hari sebelumnya saya udah persiapan sebentuk kado ala kadarnya buat La...

Kado 23

Beberapa hari, di sekitar tanggal 17 Oktober 1998, pasnya aku gak ingat persis, aku dapat firasat. Pas maen bola aku jatuh ijegal, gantungan kunci bola yang aku kantongi pecah-binasa terhimpit tulang pinggulku. Yaahh, rusak deh kenang-kenangan dari Laily. Aku jadi pengen nelpon ke Kerinci nanya kabar, jangan-jangan sakit atau gimana...Tapi engga aku lakukan karena janjiku untuk tidak membuka peluang hubungan ini menjadi keadaan yang tidak terkontrol (cat: pada akhirnya pertahanan ini jebol juga, dan apa yang saya khawatirkan menjadi kenyataan, keadaan menjadi susah dikontrol,  Gusti Allah ampuni saya yang lupa diri, Lail maafkan saya bila membuatmu gemetar tak karuan...) Mengharapkan balasan surat, sesuatu yang remeh bukan? Itulah yang membuatku merasa kecil...), waktu itu aku tersenyum, bener juga.. khan sekarang lagi musim ujian.. Okelah sabar.