Skip to main content

Taman Wisata OWABONG

Lokasi : Desa Bojongsari, Purbalingga Jawa Tengah
Koordinat GPS : S.7-21-1.78” ; E.109-21-0.54”
HTM : Senin sd. Jumat Rp.12.000,- Sabtu dan Minggu Rp.20.000,- khusus untuk Owabong; dan untuk Taman Sanggaluri Rp.10.000,-
Telp. 0281-6597010

Deskripsi :
Owabong merupakan Objek Wisata Air di Desa Bojongsari yang pada awalnya adalah sebuah pemandian umum (kolam renang). Kini Owabong menjadi tujuan wisata terbesar di Jawa Tengah. Didukung oleh sumber mata air yang berlimpah dari Tuk Cidandang, Cipawon, dan Cikupel. Nikmati kesegaran mata air pegunungan dengan wahana Kolam Akhir WaterBoom, Pantai Bebas Tsunami, sampai dengan Ember Tumpah. Selain wisata air, disediakan pula wahana seru lainnya seperti Gokart dan Teraphy Ikan. Wahana di Owabong antara lain :



Hiburan semakin bermakna dengan dibangunnya Taman Sanggaluri yang memiliki fasilitas sbb :

1. Taman Reptile dan Museum Serangga : Berbagai koleksi reptili bisa anda jumpai disini. Selain itu kami tempatkan pula keragaman koleksi serangga dalam display panel kaca. Begitu memasuki area taman belakang anda juga dapat merasakan sensasi serta keramah-tamahan dari reptili yakni sekitar 200 ekor ular yang telah kami tempatkan di kampoeng ular.
2. Wahana Iptek : Suatu sarana pendidikan luar sekolah yang dipadu dengan unsur hiburan untuk memperkenalkan iptek kepada masyarakat segala usia dengan muda.
3. Museum Uang : Satu-satunya museum uang terlengkap di Indonesia & Dunia adalah museum uang Purbalingga yang terdiri dari 183 koleksi uang mancanegara dan koleksi uang Indonesia dari jaman Kerajaan Majapahit sampai jaman Reformasi.
4. Museum Wayang dan Artefak : Terdiri dari berbagai koleksi wayang di Indonesia. Mulai dari koleksi wayang kuno hingga koleksi koleksi wayang modern.
5. Rumah Boneka Lintang : Beragam koleksi boneka baik dari Indonesia dan Mancanegara kami displaykan dan kami tata rapi dalam lemari kaca.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Nasyid SWARA BHUMI STPN Yogyakarta: sebuah catatan perjalanan

Background Alhamdulillah wa sholaatu ala Rasulillah Berawal di penghujung tahun 2013, ketika saya memulai jalan panjang di program S-3 Ilmu Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi UGM. Muncul gagasan-gagasan yang berkesinambungan dengan obrolan via telepon dengan Pak Mardianto (STPN 1998) dan Pak Jusvan (STPN 1998). Gagasan untuk re-mastering lagu-lagu nasyid Swara Bhumi. Langkah awal mesti diambil. Inventarisasi rekaman analog yang tersisa dari perjalanan sejarah SWAMI (1999 sd 2002) merupakan langkah awal yang baik. Setelah dodos-dodos (apa ya bahasa Indonesianya), ditemukanlah 2 kaset. Berbekal 2 kaset kompilasi SWAMI itu, yang merekam peristiwa-peristiwa: rekaman di Radio Arma 11, Live Performance di Brebes dan rekaman di Studio Retjo Buntung (album kolaborasi Swami, Justice Voice dan ust Fauzil Adhim: Agar Cinta Bersemi Indah “ACBI”), dimulailah proyek digitalisasi lagu-lagu SWAMI. Bersyukur, gayung bersambut. Pak Trisno (STPN 1998) dan Pak Sugiyanto (STPN 1998) berkenan menja...

Perjalanan Master Tesis

Memang tidak mudah menyusun karya tulis. Apalagi selevel tesis, yang menurut beberapa opini yang saya dengar, inilah level belajar meneliti. Kemarin dulu di level skripsi, belajar menulis. Nah yang bener-bener menulis dan meneliti ya nanti di level disertasi. Saya tidak hendak mengeluh. Saya hendak bercerita. Simak.

Pilpres 2014 dan 2019: perspektif metaforik

Pilpres 2014, bagi saya, adalah pengalaman sejarah negara yang ajaib dalam perspektif pribadi saya. Bagaimana tidak, nama lengkap saya dalam 2 kata terakhirnya mirip dengan nama Pak Joko Widodo (Jkw). Nama lengkap saya FCM Djoko Widodo. Asli, ini tidak ngarang. Itu satu fakta. Fakta lainnya, saya lahir di tanggal dan bulan yang sama dengan Pak Prabowo Subianto (PS). Sejak tahu fakta itu, saya jadi tertarik dengan rekam jejak PS. Saya mulai intens mengikuti perjalanan hidupnya yang ditulis dalam berbagai artikel media massa dan buku-buku biografi tokoh-tokoh penting. Ketika PS intens beriklan, jauh sebelum pilpres 2014, saya heran. Orang ini narsistik atau jenius? Apa maksudnya? Kemanakah arus hendak dia arahkan? Kembali ke Pilpres 2014. Tahun 2014 menjelang pilpres saya termenung-menung, milih yang mana ya? Ketika akhirnya menentukan pilihan, saya masih juga termangu. Kegalauan ini seolah menjelma dalam skala yang lebih luas dengan terbelahnya masyarakat dalam pilpres 2014 lalu. Ya. Te...