Skip to main content

Taman Wisata UMBUL SIDOMUKTI

Alamat taman wisata: Desa Sidomukti, Ungaran Jawa Tengah

Koordinat GPS: S.7-11-40.9"; E.110-22-26.3"


Harga tiket masuk Rp 5.000,- (Senin - Jumat); Rp 7.000,- (Sabtu, Minggu, dan libur nasional)
Tiket permainan: flying fox adrenaline Rp 12.000,-; flying fox speed Rp 7.000,-; marine bridge Rp 8.000,-; rapeling Rp 7.000,-; taman berani Rp 6.000,-; ATV Rp 20.000,- (Sabtu-Minggu, dan hari libur), Rp 15.000,- (Senin-Jumat). Kamis semua wahana permainan libur. Telp. (024) 70128686; Fax. (024) 70128787



 


Beberapa wahana yang ditawarkan, atas kiri searah jarum jam: jembatan jaring laba-laba, flying fox ekstrim, ATV, dan kolam renang (sumber website Umbul Sidomukti)


Deskripsi:


Kolam di Umbul Sidomukti tergolong unik. Ia terletak di lereng Gunung Ungaran, persis di tepi jurang dan lembah Ungup-ungup. Jadinya kita seakan berada di puncak ketinggian atau kahyangan kalau berenang atau sekadar berendam di sana. Dan air umbul yang mengalir sepanjang tahun itulah sumber air utama untuk taman renang alam Umbul Sidomukti. Limpahan air tersebut meluber ke kolam di bawahnya, selanjutnya menuju kebun dan sawah-sawah. Yakinlah, kesegaran air tuk tersebut seolah mampu membasuh jiwa yang sedang penat.


Ancer-ancer menuju ke Umbul Sidomukti, sekitar 50 meter setelah Pasar Jimbaran, Bandungan (dari arah Ungaran-Lemahabang), belok ke arah kanan, dan naik sekitar 3,5 kilometer. Sudah banyak penunjuk arah untuk ke lokasi. Kalau dari Semarang, jaraknya sekitar 40 kilometer.


Meluncur dengan flying fox adrenalin sepanjang 110 meter diatas ketinggian lembah 70 meter dengan harga tiket Rp 12.000,-, ada juga flying fox speed meluncur sepanjang 60 meter dalam waktu 7 detik dengan harga tiket Rp 7.000,-. Dan bagi wisatawan yang belum puas dengan sensasi meluncur diatas lembah, bisa mencoba rapplying dengan bermodalkan seutas tali menuruni tebing setingggi 30 meter dengan harga tiket Rp 7.000,-, atau memberanikan diri dengan permainan marine bridge (meniti jembatan tali) sepanjang 60 meter dan terombang-ambing di atas jurang hanya dengan harga tiket Rp 8.000,-.


Tak cukup dengan menantang adrenalin para wisatawan, obyek wisata Umbul Sidomukti Ungaran juga memiliki kolam renang alam yang airnya selalu baru bersumber dari mata air Ngetihan yang bisa memancarkan semburan air secara alami, hingga mencapai 1,5 meter dari dasar kolam. Kolam renang tersebut berada di alam bebas, sembari berenang mata kita bisa memandang puas pegunungan alam sekitar yang begitu mempesona. Selain itu kolam renang Umbul Sidomukti dinilai sebagai kolam renang tertinggi seIndonesia bahkan Asia. Maka tak heran jika hanya dalam waktu 3 tahun berjalan, wisata alam Umbul Sidomukti Ungaran telah mampu memikat para wisatawan domestik ataupun mancanegara. Dengan biaya terjangkau wisatawan dapat menikmati wisata alam sekaligus mampu menantang adrenalin. Harga tiket masuk hanya Rp 5.000,- bagi anak-anak, dan Rp 7.000,- bagi dewasa.


Untuk catatan, sensasi flying fox (tipe adrenaline) sungguh luar biasa mengerikan. Rasanya jauh berlipat ngerinya dibanding semua wahana di Ancol. Terutama sesaat sebelum meluncur. Bayangkan di depan kita jurang menganga, sementara lintasan lebih dari 100 meter sampai ke seberang sana. Maka kengerian yang memuncak mesti dikeluarkan lewat teriakan membahana ala Tarzan. Puncak kengerian terlepas begitu kita terhempas di ujung lintasan dengan perasaan ekstase yang luar biasa. Ngeri. Senang. Lega. Nggregeli (=badan gemetar semua). Dan yang pasti pengen lagi !!




Belum reda "nggregeli" nya, wahana berikutnya sudah menunggu untuk dilalui : marine bridge. Melintasi jurang dengan jembatan jala-jala. Sepintas memang nampak mudah, namun karena akumulasi ngeri dengan ketinggian, rasa lelah karena tidak juga nyampe, menghasilkan keputusasaan luar biasa yang bisa membuat kita terkapar, benar-benar terkapar, di tengah lintasan.



Setelah lulus dari wahana ini, sebetulnya ada wahan lanjutan "raplying" atau menuruni bukit dengan seutas tali, namun tenaga sudah drop, jarum indikator menunjuk titik 0, so tawaran lanjut tidak kami sanggupi. Efek tenaga yang terkuras adalah rasa lapar yang tiba-tiba mendera meski masih jam 10.30.

Jadi kami langsung menuju wahana yang lebih menarik : "Nasi Rendang ala Makuo".

Comments

Popular posts from this blog

Nasyid SWARA BHUMI STPN Yogyakarta: sebuah catatan perjalanan

Background Alhamdulillah wa sholaatu ala Rasulillah Berawal di penghujung tahun 2013, ketika saya memulai jalan panjang di program S-3 Ilmu Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi UGM. Muncul gagasan-gagasan yang berkesinambungan dengan obrolan via telepon dengan Pak Mardianto (STPN 1998) dan Pak Jusvan (STPN 1998). Gagasan untuk re-mastering lagu-lagu nasyid Swara Bhumi. Langkah awal mesti diambil. Inventarisasi rekaman analog yang tersisa dari perjalanan sejarah SWAMI (1999 sd 2002) merupakan langkah awal yang baik. Setelah dodos-dodos (apa ya bahasa Indonesianya), ditemukanlah 2 kaset. Berbekal 2 kaset kompilasi SWAMI itu, yang merekam peristiwa-peristiwa: rekaman di Radio Arma 11, Live Performance di Brebes dan rekaman di Studio Retjo Buntung (album kolaborasi Swami, Justice Voice dan ust Fauzil Adhim: Agar Cinta Bersemi Indah “ACBI”), dimulailah proyek digitalisasi lagu-lagu SWAMI. Bersyukur, gayung bersambut. Pak Trisno (STPN 1998) dan Pak Sugiyanto (STPN 1998) berkenan menja...

Perjalanan Master Tesis

Memang tidak mudah menyusun karya tulis. Apalagi selevel tesis, yang menurut beberapa opini yang saya dengar, inilah level belajar meneliti. Kemarin dulu di level skripsi, belajar menulis. Nah yang bener-bener menulis dan meneliti ya nanti di level disertasi. Saya tidak hendak mengeluh. Saya hendak bercerita. Simak.

Pilpres 2014 dan 2019: perspektif metaforik

Pilpres 2014, bagi saya, adalah pengalaman sejarah negara yang ajaib dalam perspektif pribadi saya. Bagaimana tidak, nama lengkap saya dalam 2 kata terakhirnya mirip dengan nama Pak Joko Widodo (Jkw). Nama lengkap saya FCM Djoko Widodo. Asli, ini tidak ngarang. Itu satu fakta. Fakta lainnya, saya lahir di tanggal dan bulan yang sama dengan Pak Prabowo Subianto (PS). Sejak tahu fakta itu, saya jadi tertarik dengan rekam jejak PS. Saya mulai intens mengikuti perjalanan hidupnya yang ditulis dalam berbagai artikel media massa dan buku-buku biografi tokoh-tokoh penting. Ketika PS intens beriklan, jauh sebelum pilpres 2014, saya heran. Orang ini narsistik atau jenius? Apa maksudnya? Kemanakah arus hendak dia arahkan? Kembali ke Pilpres 2014. Tahun 2014 menjelang pilpres saya termenung-menung, milih yang mana ya? Ketika akhirnya menentukan pilihan, saya masih juga termangu. Kegalauan ini seolah menjelma dalam skala yang lebih luas dengan terbelahnya masyarakat dalam pilpres 2014 lalu. Ya. Te...