Skip to main content

Artikel Kejujuran = Teori Kejujuran

Artikel di bawah ini saya temukan ketika browsing di jagat maya. Saya lupa asalnya. Namun karena saya rasa bagus maka saya simpan di blog ini untuk dibaca lagi suatu saat nanti.

Saat ini (Mei 2012) saya kembali membuka artikel yang saya simpan tahun 2008 ini dan tersenyum sendiri mengingat baru saja saya baca percakapan Rosa Manullang dan Angie di tahanan yang intinya Rosa meminta Angie untuk jujur saja karena toh semua akan terbuka juga suatu saat nanti...

Ohya, perlu dicatat bahwa tidak hanya Angie yang terindikasi berbohong, namun banyak sekali tokoh yang terindikasi terperangkap dalam situasi "harus" berbohong seperti itu. Teori kejujuran sangat mudah diucapkan dan ditulis, namun sangat susah diamalkan. Oleh sebab itu karena susahnya manusia jujur, Allah mesti mengancam ketidakjujuran dengan neraka dan sebaliknya kejujuran dijanjikan surga...  

Sesungguhnya keimanan dan kejujuran selalu berjalan beriringan. Keimanan tidak akan dapat bersatu dengan dusta.
Rasulullah SAW pernah ditanya, ''Apakah mungkin seorang mukmin itu pengecut?'' Lalu dijawab, ''Mungkin.'' Lalu ditanyakan lagi, ''Apakah mungkin seorang mukmin itu kikir?'' Lalu dikatakan, ''Mungkin.'' Lalu ditanyakan lagi, ''Apakah seorang mukmin itu berdusta?'' Lalu dijawab, ''Tidak mungkin.'' (HR Imam Malik). 

Allah menyatakan bahwasanya siapa pun yang menghabiskan umurnya untuk berbohong, maka pada akhirnya ia hanya akan menjadi orang yang munafik. 
Supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang jujur itu karena kejujurannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya.'' (QS Al-Ahzab: 24).

Sesungguhnya keimanan dilandasi dengan kejujuran. Sedangkan kemunafikan dilandasi dengan kebohongan. Dengan demikian, tidak mungkin keimanan dan kebohongan bercampur dan berasimilasi dalam satu hati yang sama.
Sesungguhnya kejujuran akan mendatangkan ketenangan; sedangkan kebohongan akan mendatangkan keraguan. (HR Tirmidzi).

Kita pun mungkin tak asing mendengar kata-kata bijak, ''Katakanlah suatu kebenaran walaupun menyakitkan.'' Terkadang seseorang berbohong karena suatu kepentingan. Namun, disadari atau tidak, pada saat ia melakukan suatu kebohongan, maka kecemasan akan datang menghantuinya. Cemas apabila kebohongannya terbongkar. Cemas apabila orang akan mencelanya sebagai seorang pembohong dan beragam kecemasan lainnya.
Sesungguhnya kejujuran menuntun kepada kebaikan. Kebaikan menuntun kepada jalan menuju surga. Apabila seseorang berlaku jujur dan konsisten dengannya, maka Allah akan mencatatnya sebagai orang yang jujur. Sesungguhnya kebohongan menuntun kepada keburukan dan keburukan menuntun kepada jalan menuju api neraka. Apabila seseorang berbohong, maka Allah akan mencatatnya sebagai pembohong.'' (HR Bukhari). 

Sesuatu yang besar dimulai dari sesuatu yang kecil. Seseorang yang awalnya terpaksa berbohong, namun bila ia melakukannya terus-menerus, maka hal itu akan melekat pada dirinya dan menjadi tabiat hidupnya. Inilah yang harus diwaspadai. Sesungguhnya kebohongan hanya membawa pelakunya kepada banyak permasalahan.
Demi Allah, tak sekalipun aku pernah berbohong lagi sejak kutahu bahwasanya kebohongan hanya membawa masalah bagi. (Umar bin Abdul Aziz).

Comments

  1. manusia tidak aja yang tidak berbohong...namun jika mereka mau mengatakan...kebohongan mereka..Allah jg akan memaaf kan hambanya yang mau berkata benar.. dan memohon ampun padanya...Bagus...bngt...tuh artikelnya....from ipit_cupu.....^_^

    ReplyDelete
  2. ada kok yang jujur : Nabi SAW.
    jujur memang mudah ditulis dan diucap, namun sangat berat dilaksanakan, oleh sebab itu pelaku kejujuran dijanjikan surga..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Nasyid SWARA BHUMI STPN Yogyakarta: sebuah catatan perjalanan

Background Alhamdulillah wa sholaatu ala Rasulillah Berawal di penghujung tahun 2013, ketika saya memulai jalan panjang di program S-3 Ilmu Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi UGM. Muncul gagasan-gagasan yang berkesinambungan dengan obrolan via telepon dengan Pak Mardianto (STPN 1998) dan Pak Jusvan (STPN 1998). Gagasan untuk re-mastering lagu-lagu nasyid Swara Bhumi. Langkah awal mesti diambil. Inventarisasi rekaman analog yang tersisa dari perjalanan sejarah SWAMI (1999 sd 2002) merupakan langkah awal yang baik. Setelah dodos-dodos (apa ya bahasa Indonesianya), ditemukanlah 2 kaset. Berbekal 2 kaset kompilasi SWAMI itu, yang merekam peristiwa-peristiwa: rekaman di Radio Arma 11, Live Performance di Brebes dan rekaman di Studio Retjo Buntung (album kolaborasi Swami, Justice Voice dan ust Fauzil Adhim: Agar Cinta Bersemi Indah “ACBI”), dimulailah proyek digitalisasi lagu-lagu SWAMI. Bersyukur, gayung bersambut. Pak Trisno (STPN 1998) dan Pak Sugiyanto (STPN 1998) berkenan menja...

Don't Become a Scientist!

Apakah Anda berpikir untuk menjadi seorang ilmuwan? Apakah Anda ingin mengungkap misteri alam, melakukan eksperimen atau melakukan perhitungan untuk mempelajari cara kerja dunia? Lupakan! Sains itu menyenangkan dan mengasyikkan. Sensasi penemuan itu unik. Jika Anda cerdas, ambisius dan pekerja keras, Anda harus mengambil jurusan sains sebagai sarjana. Tapi cukup segitu saja. Setelah lulus, Anda harus berurusan dengan dunia nyata. Itu berarti Anda tidak perlu mempertimbangkan untuk lulus sekolah dalam sains. Sebaliknya, lakukan sesuatu yang lain: sekolah kedokteran, sekolah hukum, komputer atau teknik, atau sesuatu yang menarik bagi Anda. Mengapa saya (seorang profesor fisika) mencoba untuk mencegah Anda dari mengikuti jalur karier yang berhasil bagi saya? Karena zaman telah berubah (saya menerima gelar Ph.D saya pada tahun 1973, dan resmi jadi ilmuwan tahun 1976). Ilmu pengetahuan Amerika tidak lagi menawarkan jalur karier yang masuk akal. Jika Anda lulus sekolah sains, itu ber...

Kenali Tanda-tanda Orang Yang Disejahterakan Allah

"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya" (QS 39:73) Sungguh bahagia orang yang taqwa kepada Tuhannya. Dia akan selalu berada dalam kebaikan. Melalui tanda-tandanya, kamu dapat mengenalinya. - Dimanapun dia berada, kesucian selalu memancar di wajahnya, kedamaian selalu merambah kepada orang-orang di sekitarnya, kedermawanannya selalu mengalahkan kebutuhannya. - Dia tidak disusahkan dengan berkurangnya harta benda dan akalnya selalu berada di atas nafsunya. - Dengan kata-kata, dia selalu menebar keselamatan kepada siapa saja, yang dikenalnya atau tidak. Maka bila kamu ingin dikelompokkan ke dalam golongan orang-orang yang berbahagia tersebut, hendaklah kamu tidak pernah merasa letih untuk men...