Skip to main content

Posts

Rinduku menggumpal di pantai

Prosa liris berikut ini adalah hasil merekam keberangkatan Laily sekeluarga ke jambi. Kalau gak salah hari Ahad kejadiannya. Keseluruhan hari sebenarnya cerah, namun pas mau masuk maghrib tahu-tahu hujan lebat. Sebentar kemudian reda. Bakda maghrib anak-anak ngaji pada ngumpul di rumah Le, perpisahan ceritanya. Saya ada di antara hiruk pikuk itu. Di pojok . Engga tahu mau berbuat apa. Engga tahu mau ngomong apa. Engga tahu apa yang di rasa. Kosong. Bolong.sepi.Ngun-ngun sendiri. Setelah semua usai, saya ke marks waringit nonton piala dunia, waktu itu pertandingan Jerman lawan...ah lupa, yang jelas saya menonton bola. Tapi kesadaran saya tidak di bola, ngleyang entah di mana. Saya sendiri bingung di mana tercecernya. Ah sudahlah. Jangan sedih. Boleh ding sedih, tapi sedikit aja ya, jangan banyak-banyak. O iya, yang ngantarr sampai ke stasiun Nadiah sama Afif. Beberapa tahun kemudian (kemarin ini, tepatnya September 2002) Nadiah bilang seharusnya saya juga ikut ngantar ke stasiun. Nadiah...

Khalil Gibran dan May Ziadah

Episode surat saya akhir-akhir ini secara spontan dan tanpa skenario membawa dunia Gibran ke adik. Awalnya saya memang sekedar tersentuh oleh kisah Gibran dengan May Ziadah, yang kira-kira hampir miriplah dengan kisah saya ini. Lama kelamaan ada juga beberapa petikan karya Gibran yang saya pakai dalam surat-surat saya. Nah, kebetulan sekali ketika membaca karya Murtadho Muthahari (ulama Syiah) ada dibahas di situ tentang amal seorang kafir dalam pandangan Islam dengan contoh khusus tentang Khalil Gibran. Gibran bercerita mengenai Ali bin Abi Tholib RA dengan kerinduan besar, juga mengenai pribadi Nabi Muhammad SAW yang mulia. Mengenai Imam Ali RA, Gibran menulis: Ali telah dilahirkan mendahului zamanya, dan aku tidak tahu apa rahasianya apabila ke dunia dilahirkan orang-orang yang mendahului zamannya Kecintaan dan penghormatan Gibran terhadap Imam Ali begitu besar yang demikian bahkan mungkin lebih besar dari yang diberikan sebagian muslim membuat kita bertanya dalam hati: apakah yang ...

What is Mensa, Prof?

Dalam suratnya yang paling baru Laily tanya arti Mensa, suatu istilah yang sering dia temui ketika main game Klotsky. Well..dikira saya tahu segala, orang main gamenya saja saya belum pernah! Jadi I know nothing about Mensa. Tapi okelah, demi harga diri saya (kan jadi gimana kalo gak bisa jawab... he he he) dan toh gak ada ruginya sama sekali untuk berusaha mencari tahu apa itu Mensa, saya melakukan investigasi. Investigasi saya mulai dengan wawancara kecil-kecilan dengan beberapa teman yang saya anggap kompeten. Hasilnya: Nol ! Akhirnya terpaksalah harus cari referensi tertulis di Perda Sriwijaya. Hampir seharian saya di Perda mengobrak-abrik ensiklopedia. Alhamdulillah akhirnya ketemu juga. Ada dua versi, versi Encyclopaedia of Americana dan versi Enciclopaedia Britannica 1768, semuanya dalam bahasa Inggris. Mensa itu kumpulan orang-orang genius Sebenarnya saya kurang puas dengan hasil temuan saya itu, karena melenceng dari asumsi awal saya tentang Mensa. Dalam pikiran saya Mensa itu...