Skip to main content

Sekilas pandang P-GIS (Participatory Geographic Information System)

a.k.a. Sistem Informasi Geografis Partisipatif (SIG-P).
Pendekatan partisipasi mulai marak di Amerika awal tahun 1960-an. Prinsip partisipasi senafas dengan demokrasi, yakni kegiatan/aktivitas/proyek yang diselenggarakan dengan melibatkan peran masyarakat setempat (dari, oleh dan untuk masyarakat/partisipan).



Tingkatan partisipasi dikenalkan oleh Arnstein (1969) dgn istilah "anak tangga partisipasi". Tingkatan partisipasi antara lain adalah apa yg kita kenal sebagai "sosialisasi". Modifikasi atau penyesuaian anak tangga tersebut sudah banyak dilakukan oleh kalangan peneliti.


Dekade 1980-an GIS mulai marak dan berkembang seiring kemajuan teknologi infomasi dan komunikasi (TIK). Periode ini menandai awal sinergi participatory approach dengan GIS technology. Saat ini kita tahu perkembangan teknologi GIS sangat pesat. Sebut saja: GPS/GNSS, GIS Application/Software, fotogrametri, remote sensing, high resolution satellite image, dll. Teknologi GIS juga memasuki euphoria demokrasi ditandai munculnya Google Earth (Goodchild). Pendeknya, saat ini teknologi GIS makin handal dan terjangkau.


Dlm perkembangannya kemudian participatory based GIS approach melahirkan istilah-istilah seperti: participatory mapping (pemetaan partisipatif), VGI/crowdsourcing (informasi geografis sukarela), GIS kolaboratif  dan SIG-P.


Berikut sekilas penjelasannya:


1. Pemetaan partisipatif: kegiatan pemetaan, baik menggunakan peta analog maupun digital atau berbasi desktop maupun web/mobile, yg melibatkan masy setempat.

2. VGI/crowdsourcing: volunteered geographic information adlh keg pengumpulan data/informasi geografis secara sukarela (baca: tdk sadar) dgn memanfaatkan teknologi web 2.0

Contoh implementasi vgi adlh google traffic.

3. Gis kolaboratif: kolaborasi antar lembaga/orgns menggunakan web Gis application sehingga informasi menjadi lbh bermakna. Contoh peta web ttg mitigasi bencana yg dimoderatori BNPB dgn partisipan lembaga lain.

4. P-GIS: pelibatan masy setempat secara lebih luas dlm kegiatan pembangunan dgn memanfaatkan GIS.



Terminologi di atas memiliki kata kunci "partisipasi masyarakat" dan "SIG". Perbedaan terletak pada pada model hubungan dan metode yg digunakan.

Comments

Popular posts from this blog

Nasyid SWARA BHUMI STPN Yogyakarta: sebuah catatan perjalanan

Background Alhamdulillah wa sholaatu ala Rasulillah Berawal di penghujung tahun 2013, ketika saya memulai jalan panjang di program S-3 Ilmu Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi UGM. Muncul gagasan-gagasan yang berkesinambungan dengan obrolan via telepon dengan Pak Mardianto (STPN 1998) dan Pak Jusvan (STPN 1998). Gagasan untuk re-mastering lagu-lagu nasyid Swara Bhumi. Langkah awal mesti diambil. Inventarisasi rekaman analog yang tersisa dari perjalanan sejarah SWAMI (1999 sd 2002) merupakan langkah awal yang baik. Setelah dodos-dodos (apa ya bahasa Indonesianya), ditemukanlah 2 kaset. Berbekal 2 kaset kompilasi SWAMI itu, yang merekam peristiwa-peristiwa: rekaman di Radio Arma 11, Live Performance di Brebes dan rekaman di Studio Retjo Buntung (album kolaborasi Swami, Justice Voice dan ust Fauzil Adhim: Agar Cinta Bersemi Indah “ACBI”), dimulailah proyek digitalisasi lagu-lagu SWAMI. Bersyukur, gayung bersambut. Pak Trisno (STPN 1998) dan Pak Sugiyanto (STPN 1998) berkenan menja...

Perjalanan Master Tesis

Memang tidak mudah menyusun karya tulis. Apalagi selevel tesis, yang menurut beberapa opini yang saya dengar, inilah level belajar meneliti. Kemarin dulu di level skripsi, belajar menulis. Nah yang bener-bener menulis dan meneliti ya nanti di level disertasi. Saya tidak hendak mengeluh. Saya hendak bercerita. Simak.

Pilpres 2014 dan 2019: perspektif metaforik

Pilpres 2014, bagi saya, adalah pengalaman sejarah negara yang ajaib dalam perspektif pribadi saya. Bagaimana tidak, nama lengkap saya dalam 2 kata terakhirnya mirip dengan nama Pak Joko Widodo (Jkw). Nama lengkap saya FCM Djoko Widodo. Asli, ini tidak ngarang. Itu satu fakta. Fakta lainnya, saya lahir di tanggal dan bulan yang sama dengan Pak Prabowo Subianto (PS). Sejak tahu fakta itu, saya jadi tertarik dengan rekam jejak PS. Saya mulai intens mengikuti perjalanan hidupnya yang ditulis dalam berbagai artikel media massa dan buku-buku biografi tokoh-tokoh penting. Ketika PS intens beriklan, jauh sebelum pilpres 2014, saya heran. Orang ini narsistik atau jenius? Apa maksudnya? Kemanakah arus hendak dia arahkan? Kembali ke Pilpres 2014. Tahun 2014 menjelang pilpres saya termenung-menung, milih yang mana ya? Ketika akhirnya menentukan pilihan, saya masih juga termangu. Kegalauan ini seolah menjelma dalam skala yang lebih luas dengan terbelahnya masyarakat dalam pilpres 2014 lalu. Ya. Te...