Skip to main content

Silaf Fikir Konservasi Alam

Sudah sejak Januari lalu harimau, Bonita namanya, dilaporkan meneror warga. Terakhir diberitakan sudah sukses mengirim 2 warga ke alam barzakh. Hingga kini pemerintah masih berkutat dalam ikhtiyar bagaimana menangkap hidup si Bonita. Sementara warga sudah tidak tahan dengan teror yang mengganggu keseharian dan menginginkan harimau segera ditembak mati.

Saya rasa ada silaf fikir pemerintah, dan lembaga-lembaga konservasi alam lokal, memandang visi konservasi. Visi atau konsep dasar konservasi adalah untuk menjamin kelangsungan hidup umat manusia dengan cara melestarikan alam. Ketika seekor Grizzly mencabik pendaki gunung, reaksi yang berwenang jelas, sederhana dan tanpa ragu: tembak mati si Grizzly. Tidak ada toleransi. Begitu yang dilestarikan mengancam hidup yg melestarikan, tiada jalan lain: tembak mati. Inilah logika yang lempeng.

Jadi inget kisah lama, gajah vs warga lampung. Sejumlah warga tewas dihajar gajah. Heboh sebentar di riuh headline media massa. Truss sunyiiii…Nah, ketika ditemukan gajah-gajah bergelimpangan tewas diracun warga, heboh nasional…. Berbondong-bondong yang berwenang berkunjung ke tkp. Dimulai dari unsur pemerintah pusat hingga menular ke bawahannya di daerah. Terjun meninjau lokasi dan mengungkapkan keprihatinan. Kemudian menghimbau warga agar tidak terpancing emosi. Warga dihimbau turut menjaga hewan-hewan yang dilindungi sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Saya masih ingat waktu itu baca reaksi warga yang ditulis media massa: “Lho kemarin waktu warga kami mati dihajar gajah-gajah ini, Bapak-bapak kemana? Kami heran kayaknya nyawa gajah jauh lebih penting dari nyawa kami, manusia.”

Tanya seorang kawan: "Katanya binatang buas kalau sudah merasakan darah manusia bakal ketagihan pengen nyaplok manusia lagi. Bener gak sih?"

Iyya memang bener. Itu yang jadi salah satu argumen dari kebijakan tembak mati di taman-taman konservasi di luar negeri, selain karena tidak sejalan dengan visi konservasi alam. Namun ketagihannya lebih karena "waw ini easy food, easy prey". Bukan karena selera.....

Saya sangat gemar nonton flora fauna. Sejak kecil. Satu hal yang saya catat dari menonton flora fauna itu: mereka, para bule itu, habis-habisan dalam usaha konservasinya. Namun otak mereka masih waras untuk tetap menjunjung tinggi keselamatan dan keberlangsungan hidup umat manusia, spesies mereka sendiri.

Update 24 April 2018

Comments

Popular posts from this blog

Kenali Tanda-tanda Orang Yang Disejahterakan Allah

"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya" (QS 39:73) Sungguh bahagia orang yang taqwa kepada Tuhannya. Dia akan selalu berada dalam kebaikan. Melalui tanda-tandanya, kamu dapat mengenalinya. - Dimanapun dia berada, kesucian selalu memancar di wajahnya, kedamaian selalu merambah kepada orang-orang di sekitarnya, kedermawanannya selalu mengalahkan kebutuhannya. - Dia tidak disusahkan dengan berkurangnya harta benda dan akalnya selalu berada di atas nafsunya. - Dengan kata-kata, dia selalu menebar keselamatan kepada siapa saja, yang dikenalnya atau tidak. Maka bila kamu ingin dikelompokkan ke dalam golongan orang-orang yang berbahagia tersebut, hendaklah kamu tidak pernah merasa letih untuk men...

Don't Become a Scientist!

Apakah Anda berpikir untuk menjadi seorang ilmuwan? Apakah Anda ingin mengungkap misteri alam, melakukan eksperimen atau melakukan perhitungan untuk mempelajari cara kerja dunia? Lupakan! Sains itu menyenangkan dan mengasyikkan. Sensasi penemuan itu unik. Jika Anda cerdas, ambisius dan pekerja keras, Anda harus mengambil jurusan sains sebagai sarjana. Tapi cukup segitu saja. Setelah lulus, Anda harus berurusan dengan dunia nyata. Itu berarti Anda tidak perlu mempertimbangkan untuk lulus sekolah dalam sains. Sebaliknya, lakukan sesuatu yang lain: sekolah kedokteran, sekolah hukum, komputer atau teknik, atau sesuatu yang menarik bagi Anda. Mengapa saya (seorang profesor fisika) mencoba untuk mencegah Anda dari mengikuti jalur karier yang berhasil bagi saya? Karena zaman telah berubah (saya menerima gelar Ph.D saya pada tahun 1973, dan resmi jadi ilmuwan tahun 1976). Ilmu pengetahuan Amerika tidak lagi menawarkan jalur karier yang masuk akal. Jika Anda lulus sekolah sains, itu ber...

Geoportal sebagai implementasi Infrastruktur Data Spasial (IDS)

Geoportal adalah salah satu contoh implementasi IDS Global (GSDI = Global Spatial Data Infrastructure ) yang memanfaatkan tekologi web. Portal di GSDI disebut Geoportal yang memiliki motto “kebebasan yang bersatu” – freedom united [1]. Motto “kebebasan yang bersatu” mencerminkan fakta bahwa geoportal adalah jaringan portal yang didirikan oleh berbagai organisasi, masing-masing dengan otonomi sendiri, tetapi bekerja dalam satu set aturan. Berikut diuraikan secara singkat geoportal dalam perjalanan sejarah GSDI di beberapa negara di dunia.