Cerita berikut mengenai perburuan saya mencari pengganti sepeda lipat (seli) alm Wim Cycle Pocket Rocket (WPR), yang saya jual setahun lalu. Oh ya memakai si WPR ini kesan saya singkat saja: value-for-money. Harga < kualitas = beyond the price !!

Visi perburuan seli kai ini adalah “MENCOBA SELI RASA BARU”. Tentu konsekuensinya anggaran mesti sedikit dinaikkan dari harga rata2 WPR Rp.1.750.000,-. Yahh sekitar 2-3 juta gitu total budgetnya. Seli yang saya incar adalah yang siap dibawa gowes tiap hari segala cuaca, ringan, cukup ngacir, rack yang siap buat nggendong tas, model enak dilihat.
Pilihan pertama Doppel Ganger type 303 (DG303). Perkiraan harga 3 juta lebih dikit plus ongkir. Alasannya speknya pas. Rack, fender, handel bisa naik, crank 52T, senter, kunci, tools dll. Dan terutama modelnya itu lho...unik...!!! Pokoknya speknya sangat cocok buat gowes saban harinya ke kantor. Sayangnya.....belum ada toko online yang stock. Sementara sudah ngebet pengen kembali ber- B2W. Gak sabaarrr...
Coba tengok gambarnya :



Nah, waktu nimbang2 pilihan itu, muncullah sang penggoda, Si eneng Nova (Downtube Nova).

Dengan kebaya orens, kinclong, desain kompak, brand USA, lipatan model barunya asyik, dsb, dsb... Melirik posturnya yang seksi memang menggugah birahi untuk segera meminangnya. Mahar nya sekitar 2,7jt sudah ongkir. Meski spek bener2 “miskin”, 7 speed dengan chain depan 46T dan sproket belakang min 14T, apa yang diharapkan dari sepeda ini untuk ngejar jam masuk kantor?
Namun dasar memang cinta pada pandangan pertama. Dari mata turun ke hati. Dari hati menyelusup ke kantong. Dan apalagi setelah menyimak dengan tekun halaman demi halaman (sekitar 90-an halaman) thread ini (search di google, keywords: kaskus downtube nov), semakin gelaplah mata hati saya. Langsung saya maharin si Nova dari stokis asal Yogya (mas Imam, Tas Sepeda Jogja). Keyakinan saya adalah dengan sedikit dana tambahan maka Nova yang berdandan akan makin semlohai.
Walhasil inilah upgrade ekonomis versi saya :
1. Fender, penting supaya becek tidak nyiprat ke baju seragam waktu B2W. Nyomot punyae Dahon (SKS) seharga sekitar 250 rb sepasang.
2. Rack belakang (boncengan), wajib kifayah sifatnya untuk menggendong tas side-panier, nyomot racknya Polygon Sierra seharga 65 rb.
3. Crank 52 Shimano ekonomis-series seharga 175 rb, biar agak ngacir dikit.
4. Ganti rante, opsi ikutan karena rante bawaan agak teralu ketat ketika dipasang crank 52T, merknya Shimano type 8 speed seharga 40 rb.
5. Senter depan dan belakang, 55 rb, buat penerangan kalo pulang kemaleman.
6. Biaya service dan setting sekitar 50 rb.
Jadi total dana upgrade adalah Rp. 635.000,- Sehingga dengan harga pokok Nova 2,7 plus upgrade 635rb, jadi grand total Rp. 3,3 juta-an. Wadehel !!! Anda bisa imajinasikan dengan dana pokok segitu, seli apa saja yang bisa diboyong mengikuti skenario kebutuhan saya di atas?? Saya tidak mengatakan bahwa Nova jelek. Malah kenyatannya justru saya jatuh cinta pada pandangan pertama. Digowesnya juga enak, terutama setangnya yang bisa dinaikkan jadi style touring, asyik banget. Namun bahwa Nova kurang value-for-money..maka saya bilang = Iyaa !!! Nova masih perlu dibedakin dikit-dikit, dioles gincu bibirnya biar makin asoyy..

Hhhmmm...sambil kupandangi si Nova yang mata beloknya yang bekerjap-kerjap simpuh diujung ruang perpus, kugenggam frame lembutnya. Baiklah dek Nova, kamu sudah kadung memikat hatiku. Kita sudah mengikat janji. Janji setiamu buktikanlah dengan menemaniku menulusuri jalur Jalan Hanoman – Stadion Diponegoro PP, tapi, mau kan suatu saat nanti kamu kumadu....
Daftar tunggu upgrade :
1. Shifter dan FD untuk crank double speed. (250.000,-)
2. Sprocket megarange (7 speed...pokoknya yang terkecil 11 T
Update tahun 2012:
Setelah kurleb 4 bulanan ber-B2W, daya tahan tubuh menurun. Hujan panas diterobos. Imbasnya kenak cacar air (padahal sdh divaksin cacar waktu kecil). Istirahat seminggu di rumah. Terbersit dlm hati: enough is enough!
Begitulah, saya stop B2W. Fisik kurang memadai lagi. Dan sebentar kemudian si eneng Nova dilego. Balik kandang ke yang jual dulu, buyback by mas Imam.

Seli WPR yang menemani menempuh nazar "bersepeda ke kantor"
Visi perburuan seli kai ini adalah “MENCOBA SELI RASA BARU”. Tentu konsekuensinya anggaran mesti sedikit dinaikkan dari harga rata2 WPR Rp.1.750.000,-. Yahh sekitar 2-3 juta gitu total budgetnya. Seli yang saya incar adalah yang siap dibawa gowes tiap hari segala cuaca, ringan, cukup ngacir, rack yang siap buat nggendong tas, model enak dilihat.
Pilihan pertama Doppel Ganger type 303 (DG303). Perkiraan harga 3 juta lebih dikit plus ongkir. Alasannya speknya pas. Rack, fender, handel bisa naik, crank 52T, senter, kunci, tools dll. Dan terutama modelnya itu lho...unik...!!! Pokoknya speknya sangat cocok buat gowes saban harinya ke kantor. Sayangnya.....belum ada toko online yang stock. Sementara sudah ngebet pengen kembali ber- B2W. Gak sabaarrr...
Coba tengok gambarnya :


Doppleganger 303, kurleb Rp.3.000.000,- (gambar dari websitenya produsen Doppleganger)
Pilihan kedua adalah Element Signature (ES) dengan spek menggiurkan 21 speed. Harga sekitar 2,5juta. Belum ada rack. Namun agak ragu karena kabarnya (desas-desus....) merk ini kurang bagus..entahlah saya juga tidak mengerti apanya yang kurang bagus, belum pernah melihat barangnya langsung soale... Coba tengok body semampainya...hmm..cleguk-cleguk.

Element Signature (sumber: tokosarana.com)
Nah, waktu nimbang2 pilihan itu, muncullah sang penggoda, Si eneng Nova (Downtube Nova).

Downtube Nova dengan kebaya orange memikat mata (sumber: downtube.com)
Dengan kebaya orens, kinclong, desain kompak, brand USA, lipatan model barunya asyik, dsb, dsb... Melirik posturnya yang seksi memang menggugah birahi untuk segera meminangnya. Mahar nya sekitar 2,7jt sudah ongkir. Meski spek bener2 “miskin”, 7 speed dengan chain depan 46T dan sproket belakang min 14T, apa yang diharapkan dari sepeda ini untuk ngejar jam masuk kantor?
Namun dasar memang cinta pada pandangan pertama. Dari mata turun ke hati. Dari hati menyelusup ke kantong. Dan apalagi setelah menyimak dengan tekun halaman demi halaman (sekitar 90-an halaman) thread ini (search di google, keywords: kaskus downtube nov), semakin gelaplah mata hati saya. Langsung saya maharin si Nova dari stokis asal Yogya (mas Imam, Tas Sepeda Jogja). Keyakinan saya adalah dengan sedikit dana tambahan maka Nova yang berdandan akan makin semlohai.
Walhasil inilah upgrade ekonomis versi saya :
1. Fender, penting supaya becek tidak nyiprat ke baju seragam waktu B2W. Nyomot punyae Dahon (SKS) seharga sekitar 250 rb sepasang.
2. Rack belakang (boncengan), wajib kifayah sifatnya untuk menggendong tas side-panier, nyomot racknya Polygon Sierra seharga 65 rb.
3. Crank 52 Shimano ekonomis-series seharga 175 rb, biar agak ngacir dikit.
4. Ganti rante, opsi ikutan karena rante bawaan agak teralu ketat ketika dipasang crank 52T, merknya Shimano type 8 speed seharga 40 rb.
5. Senter depan dan belakang, 55 rb, buat penerangan kalo pulang kemaleman.
6. Biaya service dan setting sekitar 50 rb.
Jadi total dana upgrade adalah Rp. 635.000,- Sehingga dengan harga pokok Nova 2,7 plus upgrade 635rb, jadi grand total Rp. 3,3 juta-an. Wadehel !!! Anda bisa imajinasikan dengan dana pokok segitu, seli apa saja yang bisa diboyong mengikuti skenario kebutuhan saya di atas?? Saya tidak mengatakan bahwa Nova jelek. Malah kenyatannya justru saya jatuh cinta pada pandangan pertama. Digowesnya juga enak, terutama setangnya yang bisa dinaikkan jadi style touring, asyik banget. Namun bahwa Nova kurang value-for-money..maka saya bilang = Iyaa !!! Nova masih perlu dibedakin dikit-dikit, dioles gincu bibirnya biar makin asoyy..

Nah ini si eneng Nova yang sudah tidak value-for-money
Hhhmmm...sambil kupandangi si Nova yang mata beloknya yang bekerjap-kerjap simpuh diujung ruang perpus, kugenggam frame lembutnya. Baiklah dek Nova, kamu sudah kadung memikat hatiku. Kita sudah mengikat janji. Janji setiamu buktikanlah dengan menemaniku menulusuri jalur Jalan Hanoman – Stadion Diponegoro PP, tapi, mau kan suatu saat nanti kamu kumadu....
Daftar tunggu upgrade :
1. Shifter dan FD untuk crank double speed. (250.000,-)
2. Sprocket megarange (7 speed...pokoknya yang terkecil 11 T
Update tahun 2012:
Setelah kurleb 4 bulanan ber-B2W, daya tahan tubuh menurun. Hujan panas diterobos. Imbasnya kenak cacar air (padahal sdh divaksin cacar waktu kecil). Istirahat seminggu di rumah. Terbersit dlm hati: enough is enough!
Begitulah, saya stop B2W. Fisik kurang memadai lagi. Dan sebentar kemudian si eneng Nova dilego. Balik kandang ke yang jual dulu, buyback by mas Imam.
Comments
Post a Comment