03-03-1998
Berrjalan meninggalkan rumah itu
Aku angankan sekelilingku adalah hutan cemara
Agar perih bisa kuhembuskan di setiap sela daunnya
Keringlah seluruh pelosok hijau
Percik kecil saja bisa memerahkannya...
Dan seantero negeri menjadi mafhum.
Berjalan meninggalkan rumah itu
Aku angankan lautan melingkupiku
Agar hampa menghirup airnya
Dan aku adalah Dewa Hujan
Yang dengan segenap reflek membagi air
Seluruh negeri basah dan berkecambah
Mafhum berubah kagum
Kepda suguhan parodi yang menyayat hati.
Berjalan meninggalkan rumah itu
Ringan, melayang, aku terbang
Petak-petak yang mengecil
Sungai-sungai yang menjelma ular coklat
Laut yang biru,teduh dan dalam.
(Oh betapa nyaman membasuh perih di kedalamannya)
Dan kemudian terasa hangat tangan orang-orang
Menyetug keninku yang basah
Kata oarang-orang kepadaku:
Berrjalan meninggalkan rumah itu
Aku angankan sekelilingku adalah hutan cemara
Agar perih bisa kuhembuskan di setiap sela daunnya
Keringlah seluruh pelosok hijau
Percik kecil saja bisa memerahkannya...
Dan seantero negeri menjadi mafhum.
Berjalan meninggalkan rumah itu
Aku angankan lautan melingkupiku
Agar hampa menghirup airnya
Dan aku adalah Dewa Hujan
Yang dengan segenap reflek membagi air
Seluruh negeri basah dan berkecambah
Mafhum berubah kagum
Kepda suguhan parodi yang menyayat hati.
Berjalan meninggalkan rumah itu
Ringan, melayang, aku terbang
Petak-petak yang mengecil
Sungai-sungai yang menjelma ular coklat
Laut yang biru,teduh dan dalam.
(Oh betapa nyaman membasuh perih di kedalamannya)
Dan kemudian terasa hangat tangan orang-orang
Menyetug keninku yang basah
Kata oarang-orang kepadaku:
Kamu baru saja meleawti hari yang berat, nak...
Tidurlah...
Semoga ketika bangun nanti matahari terbit bagimu...
Comments
Post a Comment