I’ve walked too long in this lonely lane
I’ve had enough of this same old game
I’m a man of the world they say that I’m strong
But my hearth is heavy my hope is gone
Out in the city in the cold world outside
I don’t want pity just a safe place to hide
Mama please let me back inside
My body’s aching but I can’t sleep
Got such a feeling as the sun goes down
I’m coming home to my sweet Mother Love....
(Queen)
Settingnya di pra dan pasca pemilihan ketua IKARI VII, saya merangkap di IKARI 08 dan di IKARI VII, perjuangan yang berat. Kurun waktu ini saya banyak belajar bagaimana jadi seorang pemimpin. Berat. Sendirian. Kesepian.
Saban hari penginnya lari dari masalah yang mengepung, maunya jadi petani di lereng gunung yang sepi aja. Ah gak jadi. Sama saja. Setiap nafas masih bisa dipetik di situlah berakar problema, entah mau jadi petani, sopir, presiden, ketua ikari atau apalah, hidup adalah risiko. Risiko menghadapi masalah. Ada banyak pilihan. Setiap pilihan memiliki risikonya masing-masing. Tidak bisa tidak, harus memilih.
Akhirnya saya jalani apa adanya. Dua-duanya. Ya di IKARI 08 , ya diIKARI VII. Bagi saya jamaah masjid RW 08 (IKARI 08) adalah orang tua asuh saya, dan jamaah masjid RW VII (IKARI VII) adalah orang tua kandung saya. Kepada keduanya saya harus menunjukkan loyalitas.
Loyalitas yang saya tunjukkan, saya merasa, sudah maksimal. Saya tidak peduli penilaian orang. Saya hanya takut divonis Allah, khawatir amat sangat vonis ‘tangan kiri’ yang menimpa, dan takut tidak pernah ‘dilirik’ oleh-Nya. Takut saya adalah takut ada lagi harapan. Karena harapan adalah nyawa sejati kehidupan. .
But in hope I breath, at the rainbow’s end, waiting for something to fall from the sky..
Comments
Post a Comment